Mahasiswa Ilmu Komunikasi SCU dan Perguruan Tinggi APTIK Manfaatkan AI untuk Jawab Permasalahan Masyarakat Marginal

Lima mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Soegijapranata Catholic University (SCU) mengembangkan kompetensi literasi Kecerdasan Artifisial (KA) atau Artificial Intelligence (AI). Mereka mengikuti Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) AI Bootcamp & National Competition “Magnificia Humanitas: Lead Beyond AI” pada 6–11 Oktober 2026 di Wisma Syantikara, Yogyakarta.

Kelima mahasiswa tersebut: Genoveva Shelby; Niki Sugianto; Frederica Vanya; Mathilda Louisa Herka Puspita; Aloisius Bafinto Christwantara. Mereka bergabung dengan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dari 4 perguruan tinggi anggota APTIK lainnya: Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta (UAJ), Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS); Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari lima perguruan tinggi Katolik untuk mempelajari pemanfaatan AI secara kreatif dan bertanggung jawab, dengan tetap menempatkan nilai humanis sebagai landasan pengembangan.

Bootcamp and National Competition

Kedua puluh lima mahasiswa tersebut dibagi ke dalam sejumlah kelompok yang terdiri dari 4 hingga 5 mahasiswa dari perguruan tinggi berbeda. Mereka berdiskusi dan melakukan ekskursi lapangan di Jalan Malioboro dan Keraton Yogyakarta untuk mengamati permasalahan masyarakat. Hasil observasi tersebut kemudian dianalisis dengan mengaitkannya pada bidang kehumasan dan komunikasi pemasaran.

Selain itu, mahasiswa juga diminta membuat produk jurnalistik berdasarkan hasil ekskursi yang kemudian dilombakan dalam kompetisi nasional. Dalam prosesnya, mahasiswa juga bekerja sama untuk turut mengembangkan prototipe AI untuk menjawab permasalahan masyarakat. Dalam hal ini, khususnya tantangan yang dihadapi oleh kelompok marginal. Proses pengembangan prototipe didukung pembelajaran melalui 14 modul mengenai penerapan AI dalam berbagai bidang ilmu komunikasi.

Kompetisi ini sekaligus menjadi luaran bootcamp, di mana mahasiswa diminta menyusun dan mempresentasikan hasil proyek secara berkelompok di hadapan para dosen peneliti. Empat mahasiswa SCU: Louisa; Shelby; Vanya; Niki, berhasil meraih Juara 1, 2, 3, dan Harapan 1 bersama kelompoknya masing-masing.

Mengembangkan Modul Pembelajaran Literasi AI

Bootcamp ini merupakan rangkaian penelitian yang dilakukan Dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) SCU, Elizabeth Florence Warikar, S.I.Kom., M.I.Kom., bersama sejumlah dosen dari program studi yang sama di empat perguruan tinggi anggota APTIK yang turut mengirimkan mahasiswanya. Penelitian tersebut didukung Kemendiktisaintek RI melalui skema hibah Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA), dengan luaran berupa 14 modul pembelajaran.

“Penerapan salah satu modul yang kami buat yaitu design thinking, yang menjadi inti dari proyek prototipe modul pembelajaran berbasis KA,” jelas Florence. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya akan melanjutkan penerapan modul pembelajaran ini sejalan dengan program bootcamp. “Modul ini kami rancang untuk satu semester, akan tetapi karena bootcamp-nya hanya 4 hari, maka kami maksimalkan untuk menyelesaikan 14 modul selama bootcamp,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Peneliti, Mario Antonius Birowo, Ph.D., berharap luaran penelitian dapat menjawab kebutuhan akan kompetensi yang berkaitan dengan penggunaan AI, khususnya di bidang Ilmu Komunikasi. “Karena kami melihat kurikulum pembelajaran Program Studi Ilmu Komunikasi masih belum mengaitkan dengan penggunaan AI secara menyeluruh,” katanya.

Ke depan, pihaknya berencana menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai evaluasi guna menyempurnakan modul pembelajaran sebelum diserahkan kepada Asosiasi Program Studi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM). Modul tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan pengembangan literasi AI bagi Program Studi Ilmu Komunikasi di Indonesia.

Picture of Humas

Humas