Kerja Sama dengan Pemprov Jateng, SCU Berdayakan Masyarakat untuk Dukung Program Unggulan Kecamatan Berdaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) melepas 108 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan Kuliah Kerja Sinergis (KKS) Semester Gasal 2026/2027. Pelepasan dilakukan secara simbolis  dalam Upacara Pelepasan Mahasiswa KKU/KKS di Lap. Albertus, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (23/10).

Terhitung hingga 4 Desember 2026 mendatang, mahasiswa akan diterjunkan selama kurang lebih 6 minggu di 2 kecamatan di Kota Semarang, yaitu Gajahmungkur dan Tembalang. Adapun sebarannya di 5 kelurahan: Bendan Duwur; Mangunharjo; Sendangmulyo; Meteseh; Kedungmundu.

Sebelum diterjunkan, mahasiswa telah mengikuti pembekalan di Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan pada 13-14 Oktober 2026. Mereka dibekali dengan: kiat etika komunikasi; teknik observasi; pemetaan kebutuhan UMKM dan PKK sebagai mitra dampingan; penyusunan program kerja; strategi pendampingan.

Mendukung Program Unggulan Pemprov

Melalui program KKU/KKS, SCU turut mendukung program unggulan Pemprov Jateng, “Kecamatan Berdaya.” Kerja sama ini mencakup 4 fokus utama: Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA); perlindungan lansia dan penyandang disabilitas; Taruna Karya Mandiri (Zilenial); pengembangan sport center.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) SCU, Rudy Elyadi S.E., M.M, menjelaskan bahwa pendampingan akan berfokus pada pengembangan Taruna Karya Mandiri melalui pemberdayaan generasi muda. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan mendampingi 16 mitra UMKM dan 2 mitra PKK di tingkat RT.

Pendampingan Mitra

Program ini sekaligus memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi di tengah masyarakat. “Harapannya mahasiswa bisa memberikan solusi terhadap kendala mitra dampingan yang tentunya berdasarkan kebutuhan mitra, berkolaborasi dengan ide-ide kreatif dan inovasi,” ujar Rudy.

Senada dengan itu, Sekretaris LPPM SCU, Paulina Rini Hastuti, S.E., Akt., M.Si menyampaikan bahwa pendampingan diharapkan dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan produk agar lebih menarik dan memiliki keunggulan di pasar. “Harapannya mahasiswa dapat membantu memberikan sentuhan khusus sesuai dengan segmen pasar anak muda, sehingga lebih mudah diminati masyarakat, ” jelas Rini.

Dampak Pengabdian

Lebih dari itu, pendampingan juga diharapkan dapat membantu menemukan ciri khas dan keunggulan produk sehingga lebih menarik bagi konsumen. Sementara itu, pendampingan PKK diarahkan untuk mendukung pemberdayaan keluarga dan meningkatkan produktivitas masyarakat. “Jadi, bagaimana memberdayakan ibu-ibu PKK supaya mereka bisa mengembangkan diri,” ungkap Rudy.

Melalui program KKU/KKS, kampus berharap mahasiswa dapat menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengembangkan potensi UMKM. “Harapannya mahasiswa bisa memberikan program inovatif sehingga produk UMKM memiliki ciri khas dan keunggulan, serta dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Rini.

Picture of Humas

Humas