
Soegijapranata Catholic University (SCU) menjalin kerja sama dengan Pemkab Belu melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) di Ruang Rapat Bupati Belu, Ibu Kota Kab. Belu, Atambua, Prov. Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (15/10). Penandatanganan dilakukan Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama SCU, Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, S.H., M.H. bersama Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H. (MoU) dan Ka. Dinkes Kab. Belu, dr. Bathseba Elena Corputty, M.A.R.S. (MoA). Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Kedokteran (FK) SCU.
Kerja Sama
Salah satu implementasi kerja sama yakni program beasiswa dan/atau bantuan biaya pendidikan yang ditujukkan bagi putra-putri daerah Kab. Belu untuk melanjutkan pendidikan tinggi di SCU. Bukan hanya memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan, kampus juga memberikan pembimbingan sekaligus pemantauan kemajuan studi penerima mahasiswa atau bantuan biaya pendidikan.
Adapun fokusnya mengarah pada FK SCU sebagai fakultas penerima beasiswa untuk putra-putri daerah menempuh pendidikan kedokteran. Tujuannya untuk meningkatkan pengembangan SDM bidang kesehatan di Kab. Belu. Lebih dari itu, kerja sama ini sekaligus memperkuat kontribusi dan wujud perhatian fakultas pada Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
“Kami ingin memberikan kontribusi nyata yang lebih luas bagi daerah-daerah potensial seperti Kabupaten Belu. Fokus kami adalah menjangkau wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan,” ujar Dr. dr. Gregorius.
Selain pendidikan, kerja sama juga mencakup penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Adapun bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dimaksud melalui: edukasi; promosi kesehatan; pemberdayaan masyarakat; peningkatan literasi kesehatan.
Selain itu, ada pula pengembangan kajian ilmiah untuk mendorong: ilmu pengetahuan; teknologi; inovasi kesehatan; penguatan kapasitas dan tata kelola pelayanan kesehatan, termasuk layanan kesehatan primer, sistem rujukan, kegawatdaruratan, keselamatan pasien, serta aspek etika dan hukum kesehatan, berikut program lainnya yang relevan dengan kebutuhan pembangunan serta pelayanan dan pemberdayaan masyarakat Kab. Belu.
Lebih lanjut, kerja sama juga menyasar Dinas Pendidikan bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) untuk meningkatkan kapasitas guru dalam penerapan metode belajar yang kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini. Diskusi lebih lanjut akan dijadwalkan sebagai upaya memperkuat pendampingan psikologis di daerah tersebut.
Kedua belah pihak pun diharapkan dapat menghasilkan peningkatan kompetensi; penelitian dan publikasi ilmiah; inovasi; rekomendasi kebijakan. Luaran tersebut diharapkan mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Kabupaten Belu. “Kami berharap bisa menitipkan putra-putri daerah kami agar bisa mencetak tenaga medis yang berkualitas dari daerah,” harap Willybrodus.









