
Soegijapranata Catholic University (SCU) membuka peluang bagi mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Coventry University, United Kingdom (UK). Hal tersebut disampaikan Direktur International Undergraduate Program (IUP) SCU, Peter Ardhianto, S.Sn., M.Sn., Ph.D. selepas kunjungan perwakilan Coventry University di Gedung Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB, Rabu (2/9).
Peluang Pendidikan
Student Recruitment Manager for Indonesia, Australia, and New Zealand, Coventry University, Louisa Sugihyanto Kiantono, menyambangi SCU untuk mendiskusikan peluang kerja sama antar kedua perguruan tinggi. “Terkhusus untuk mendukung mobilitas internasional mahasiswa,” terang Peter.
Ia pun menerangkan bahwa mahasiswa tidak hanya mengikuti pertukaran mahasiswa, melainkan juga dipastikan menempuh pendidikan di sana hingga memperoleh pengakuan atau gelar akademik. “Jadi bukan sekedar pertukaran mahasiswa biasa. Mahasiswa mendapatkan pengakuan akademik, yaitu ijazah dari sana,” kata Peter.
Berbagai Program Hadir
Adapun program yang ditawarkan yakni double degree serta fast track S1 dan S2. Keduanya masing-masing ditawarkan dengan skema 3+1 dan 3,5+1, di mana mahasiswa perlu mengikuti perkuliahan di SCU terlebih dahulu dan menyelesaikan studinya selama 1 tahun di Inggris. “Untuk double degree, 3 tahun di sini (SCU), hanya setahun di sana. Kemudian sudah bisa mendapatkan double degree,” jelas Peter. Bersamaan dengan itu, kerja sama juga membuka peluang kesempatan bagi mahasiswa untuk berkarier di Inggris setelah menyelesaikan studi di negara tersebut.
Program double degree terbuka bagi semua mahasiswa SCU, terkhususnya 4 program IUP, yaitu: Global Architecture; International Accounting; Visual Interactive Design; AI Analytics and Big Data. Sementara untuk fast track dapat disesuaikan dengan program studi yang ditawarkan di perguruan tinggi terkait. Namun demikian, mahasiswa dimungkinkan untuk mengambil program studi yang berbeda dengan latar belakang keilmuan dari studi sebelumnya atau lintas disiplin.
Capaian Kedepan
Peter menambahkan bahwa akan ada penyesuaian kurikulum atau curriculum matching sebelum mahasiswa menjalani program, khususnya double degree. Proses tersebut menurut keterangannya diperlukan untuk memastikan mata kuliah yang telah ditempuh mahasiswa dapat memperoleh pengakuan akademik sesuai skema studi yang dipilih. “Yang penting nanti kita proses curriculum matching dulu. Kita harus menyamakan kurikulumnya dulu,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama ditawarkan langsung Coventry University. “Kita sebenarnya sudah banyak bekerja sama dengan perguruan tinggi dari negara yang sama. Namun, kalau output-nya adalah degree (pengakuan akademik) mahasiswa sepertinya memang baru ini,” lanjutnya.









