SCU dan NUU Diskusikan Peluang Kerja Sama, Fokus Tri Dharma Perguruan Tinggi serta Mobilitas Internasional Mahasiswa dan Dosen

Soegijapranata Catholic University (SCU) menerima kunjungan National United University (NUU) Miaoli, Taiwan, pada Rabu (12/8). Kunjungan tersebut disambut Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T., M.Comp.IT., Ph.D beserta jajaran International Undergraduate Program (IUP) dan International Affairs and Cooperation Office (IACO) SCU.

Berlangsung di Gedung Fransiskus Assisi, Kampus 2 SCU BSB, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi kedua perguruan tinggi mendiskusikan pengembangan peluang kerja sama. Salah satu bentuknya yaitu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun, yang menjadi fokus pembahasan yakni mobilitas dosen dan mahasiswa. Beberapa di antaranya melalui pertukaran mahasiswa dan dosen, program magang internasional, serta studi lanjut.

International Undergraduate Program (IUP)

Menurut Direktur IUP SCU, Peter Ardhianto, Ph.D, fokus kerja sama menjadi relevan bagi mahasiswa. Hal ini dikarenakan IUP SCU dikembangkan untuk memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa. Pengalaman tersebut tidak hanya secara akademik, melainkan juga profesional, di luar negeri.

Kerja sama dengan NUU menurut Peter akan membuka alternatif baru bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di Taiwaan. “Kami mengharuskan mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman belajar dalam bahasa Inggris, tetapi juga memperoleh pengalaman internasional yang lebih luas, termasuk mengenal budaya dan bahasa negara tujuan,” ungkap Peter dalam diskusi.

Presiden NUU, Max Ti-Kuang Hou, Ph.D menyambut baik peluang kerja sama tersebut. Lokasi NUU yang berdekatan dengan kawasan industri di Taiwan menurutnya dapat mendukung pengembangan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri, khususnya di bidang teknologi.

“Kami melihat ada banyak cara untuk berkolaborasi. Untuk mahasiswa, bentuk yang paling sederhana dapat dimulai dari student exchange, kemudian berkembang ke studi lanjut. Untuk dosen, kita dapat bekerja sama dalam pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” jelas Max-Ti.

Intense Program dengan Jejaring Industri

Salah satu peluang yang ditawarkan NUU ialah Intense Program yang ditujukan bagi mahasiswa internasional, khususnya untuk menjawab kebutuhan tenaga terampil di sektor teknologi di Taiwan. Program tersebut memungkinkan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan yang relevan melanjutkan studi pada jenjang tertentu sekaligus memperoleh pengalaman yang terhubung dengan industri.

Program tersebut saat ini membuka peluang terutama bagi bidang Mechanical Engineering dan Chemical Engineering. Mahasiswa yang mengikuti program juga berkesempatan memperoleh beasiswa serta pengalaman bekerja di perusahaan mitra setelah menyelesaikan masa studi sesuai ketentuan program. Hal ini pun sejalan dengan kekhasan NUU pada bidang teknik. “Karena sekitar 70% departemen kami berkaitan dengan bidang engineering,” kata Max-Ti.

“Ketika mahasiswa kami pergi ke Taiwan, kami berharap mereka membawa pulang sesuatu yang lebih, bukan hanya pengalaman akademik. Bahasa dan budaya menjadi salah satu hal penting yang ingin kami dapatkan dari pengalaman tersebut,” ujarnya.

Bahasa dan Budaya

Aspek bahasa dan budaya juga menjadi salah satu perhatian dalam diskusi. IUP SCU saat ini mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya menguasai Bahasa Inggris, tetapi juga mempelajari Bahasa Mandarin untuk menghadapi lingkungan internasional. Hal tersebut dinilai semakin relevan dengan meningkatnya hubungan industri Indonesia dan Taiwan.

Menurut Kepala IACO SCU, Dr. Robertus Probo Yulianto Nugrahedi, S.TP., M.Sc, penguasaan bahasa Mandarin juga memiliki nilai strategis bagi mahasiswa ketika kembali ke Indonesia. Sejumlah kawasan industri di Jawa Tengah memiliki investasi dari perusahaan asal Taiwan dan membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan Bahasa Mandarin sebagai nilai tambah.

“Ketika mahasiswa mengikuti program di Taiwan, pengalaman yang diharapkan tidak berhenti pada pembelajaran akademik, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap budaya dan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa setempat,” tambah Dr. Probo.

Picture of Humas

Humas