
Mahasiswa Soegijapranata Catholic University (SCU) peserta Kuliah Kerja Usaha (KKU) menyelenggarakan Festival Pokdarwis Kalipepe di Kawasan Wisata Alam Kedung Beras, Kel. Pudak Payung, Kec. Banyumanik, Kota Semarang, Minggu (21/6). Festival yang diinisiasi bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kalipepe tersebut menghadirkan beraneka ragam kegiatan, mulai dari bazar UMKM, workshop, pertunjukkan seni, hingga berbagai lomba yang melibatkan masyarakat setempat.
Salah satu agenda utama festival, yakni workshop yang membahas digital marketing, khususnya digital branding dan pembuatan konten digital. Diikuti oleh para pelaku UMKM setempat, mereka didorong untuk memperkuat identitas produknya dengan memanfaatkan platform media sosial sebagai sarana promosi. Sebanyak 30 mahasiswa turut mendampingi 15 UMKM dalam menyusun strategi branding, pembuatan konten promosi digital, hingga dokumentasi produk yang nantinya akan dipublikasikan pada platform media sosial.
Dosen Pendamping Lapangan (DPL) KKU SCU, Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E, M.Si menambahkan pihaknya mendorong mahasiswa mengaplikasikan teori yang mereka dapatkan di bangku kuliah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. “Mereka punya kreativitas dan inovasi yang bisa ditularkan dengan memperkenalkan potensi daerah agar lebih dikenal masyarakat luas,” katanya.
Menurut keterangan Koordinator Wilayah KKU Pudak Payung, Clement Santosa, pemilihan tema workshop dilatarbelakangi oleh banyaknya tantangan yang dihadapi mayoritas UMKM setempat. Adapun tantangan tersebut berkaitan dengan terbatasnya pemanfaatan platform digital, khususnya media sosial, dalam pemasaran produk serta penguatan identitas usaha dan produk.
“Sebenarnya produknya sudah bagus, tetapi masih kurang dalam branding dan promosinya. Karena itu, pendampingannya lebih banyak pada memperbaiki identitas usaha dan produk, membuat konten promosi, hingga pelatihan mengenai digital marketing,” kata Clement. Namun demikian, program pendampingan yang berlangsung selama kurang lebih 2 bulan terhitung sejak Mei 2026 tersebut tetap disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing UMKM.
Selain itu, fokus pendampingan juga pada pengembangan pariwisata, seperti budidaya lele, sanggar kolintang, agrowisata, pengelolaan wisata Curug Kedung Kudu, hingga pengembangan wisata Kedung Beras. Adapun bentuknya melalui pemotretan foto dan pembuatan video sebagai materi publikasi yang ditujukan untuk meningkatkan eksposur destinasi wisata. “Mahasiswa diminta memotret, mendokumentasikan spot-spot wisata berikut berbagai kegiatan di dalamnya, kemudian dipublikasikan melalui platform media sosial. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa potensi wisata di sini sangat menarik,” tambah Dr. Chatarina.
Festival ini pun turut dimeriahkan dengan penampilan Sanggar Kolintang Kalooranta Capella, lomba kreasi sandwich, serta kegiatan pembuatan wedang telang yang mengangkat potensi produk lokal.
Nuriyati turut mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam membantu masyarakat mengenal lebih jauh potensi daerahnya. “Penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital oleh mahasiswa menjadi salah satu kebutuhan penting agar potensi lokal mampu bersaing dan dikenal lebih luas,” katanya.








