

Soegijapranata Catholic University (SCU) resmi menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Jawa Tengah (Jateng). Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Pengembangan Kerja Sama, Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, S.H., M.H bersama Ketua DPP APINDO Jawa Tengah, Helmi Tas’an Wartono. Penandatanganan dilaksanakan di Hotel Patra Semarang pada Rabu, 3 Juni 2026.
Adapun fokus kerja sama yaitu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan pendidikan berbasis kebutuhan industri, pelatihan dan magang bagi mahasiswa maupun dosen, penyelenggaraan workshop dan seminar, sertifikasi kompetensi, hingga penguatan soft skills dan hard skills. Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan sistem digital, serta inovasi teknologi berbasis kompetensi melalui konsep link and match antara perguruan tinggi dan dunia industri.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri, khususnya dalam mendukung pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Kedua pihak pun berharap dapat menciptakan ekosistem kolaboratif yang mendukung pengembangan pendidikan tinggi, peningkatan kualitas tenaga kerja, serta penguatan daya saing industri, khususnya di Jateng.
Helmi berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan antara kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi. “Dunia industri membutuhkan SDM yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan global. Kami berharap kerja sama ini dapat menciptakan sinergi yang mampu meningkatkan kualitas SDM sekaligus mendorong inovasi dan produktivitas,” ujarnya.
Sementara itu, Robertus, menegaskan bahwa perguruan tinggi perlu terus membangun kerja sama strategis dengan dunia usaha dan industri agar proses pendidikan semakin relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. “Kerja sama ini menjadi penting dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus memperluas ruang pembelajaran dan pengembangan kompetensi bagi mahasiswa maupun dosen,” katanya.








