
Seminar Festival Guru Transformatif (FGT) 2026 “BUDI PEKERTI: Menggali Akal dan Budi dalam Pendidikan yang Kontekstual” yang diselenggarakan Soegijapranata Catholic University (SCU) secara daring pada Sabtu, 6 Juni 2026 menyoroti persoalan hilangnya ruang egaliter dalam pendidikan Indonesia serta pentingnya kesejahteraan guru dalam menciptakan proses belajar. Menjadi pembuka rangkaian FGT 2026, forum tersebut diikuti ratusan guru dari berbagai SMA/K di seluruh Indonesia.
Fokus Sampaian
Seminar menghadirkan Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd (Guru Besar Faculty of Language and Arts (FLA) dan Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU), Juliana Pramesti, S.Pd (Guru SMA Tarakanita 1 Jakarta dan Mahasiswa S2 Sosiologi UI), dan Fahri Salam (Editor Project Multatuli).
Mereka membahas pendidikan Indonesia saat ini yang masih sering berjalan secara transaksional, di mana guru hanya menyampaikan materi dan siswa sekadar menerima untuk mengejar capaian akademik. Padahal, pendidikan seharusnya menjadi ruang perjumpaan yang memanusiakan manusia dan menghargai keunikan setiap peserta didik.
“Pendidikan seharusnya terburu-buru memberi jawaban, melainkan memberi ruang bagi siswa untuk mencari, refleksi, dan belajar dari pengalaman,” kata Prof. Heny. Menurutnya, pendidikan di Indonesia mesti mendekatkan pembelajaran yang menekankan proses berpikir mendalam, refleksi, dan pembentukan karakter.
Selain itu, persoalan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian dalam seminar tersebut. Juliana membagikan pengalamannya mengajar di tengah berbagai keterbatasan yang masih dihadapi guru. “Banyak guru harus berjuang tidak hanya dalam proses mendidik, tetapi juga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” kata Juliana.
Kondisi ekonomi guru yang belum memadai sering kali membuat ruang belajar kehilangan sifat egaliternya karena guru dan siswa sama-sama terjebak dalam budaya pendidikan yang berorientasi pada angka dan target semata. Sejalan dengan itu, Fahri menilai pentingnya pendekatan storytelling untuk menghadirkan cerita-cerita guru yang selama ini jarang mendapat perhatian publik.
FGT 2026
Selain seminar, rangkaian FGT juga dimeriahkan dengan lomba artikel populer bertema “Budi Pekerti.” coaching clinic, lomba video reels, hingga talkshow yang akan digelar pada Agustus 2026 mendatang.
FGT sendiri merupakan program yang diselenggarakan SCU sebagai wadah apresiasi dan pengembangan praktik pendidikan transformatif. Adanya program ini pun diharapkan dapat melahirkan ruang diskusi yang lebih kritis mengenai pendidikan Indonesia, sekaligus membangun kesadaran bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan proses membentuk manusia yang mampu menghidupi nilai kemanusiaan bagi sesamanya.








