Puluhan Karya Interaktif Mahasiswa Meriahkan Perayaan Dies Natalis ke-18 DKV SCU

Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Soegijapranata Catholic University (SCU) memamerkan puluhan karya mahasiswanya dalam Perayaan Dies Natalis ke-18, “Paradays” di Uptown Mall BSB City, Semarang pada 22-23 Mei 2026. Total ada sekitar 50 karya interaktif dipamerkan, mulai dari tipografi, novel grafis, peta interaktif, visual gim digital, hingga karakter original buatan mahasiswa.

Sekprodi DKV SCU, Agnes Indah Suciani Kristianti, S.Ds, M.I.Kom menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan merupakan capaian pembelajaran dari berbagai mata kuliah, seperti Semantik, Digital Media Design (DMD), Dimensional Design, Character Design, dan Tipografi. Karya yang dipamerkan pun telah dikurasi sesuai dengan kebutuhan dan tema pameran dengan mempertimbangan karakter medianya. “Bukan hanya yang mempunyai nilai akademik yang tinggi, tapi juga ‘siap’ untuk dipamerkan,” lanjut Agnes.

Untuk pameran kali ini, program studi memilih karya yang mempunyai unsur interaktif agar dapat melibatkan pengunjung secara langsung. “Ada karya yang bisa dimainkan, dipindah-pindahkan, dan bahkan visual novel dan gim digital yang memungkinkan pengunjung memilih alur ceritanya sendiri,” tambah Agnes.

Adanya pameran yang rutin diselenggarakan program studi menurut Agnes penting untuk membentuk pola pikir kompetitif mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa akan terdorong untuk menghasilkan karya terbaik sejak awal perkuliahan.

Pembelajaran selama perkuliahan dinilai menjadi ruang bagi mahasiswa untuk lebih bebas bereksplorasi dalam menghasilkan karya sebelum memasuki dunia kerja profesional. Menurut Dosen Program Studi DKV SCU, Louis Cahyo Kumolo Buntaran, S.Ds, M.M, proses perkuliahan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bereksperimen dengan ide-ide kreatifnya di bawah pendampingan dosen.

“Karya yang dihasilkan selama kuliah biasanya lebih eksperimental dengan ide-ide yang lebih ‘liar’ dan belum dipengaruhi oleh kebutuhan industri. Ini momen yang tepat bagi mahasiswa untuk bereksplorasi,” katanya. Namun demikian, dirinya tidak menampik bahwa karya tersebut juga bisa dijadikan sebagai portofolio profesional.

Lebih lanjut, Louis menuturkan bahwa adanya pameran juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk membangun personal branding mereka. “Apalagi kalau karyanya dipamerkan dan dibagikan melalui platform media sosial, mahasiswa bisa mendapatkan pengakuan atas proses kreatif yang mereka lakukan,” tambah Louis.

Pihaknya pun turut berharap pameran ini juga dapat memperluas pemahaman masyarakat mengenai industri desain yang tidak hanya terbatas pada kemampuan menggambar semata. Karena menurutnya, perkembangan teknologi telah membuat media desain menjadi semakin beragam. “Pameran menjadi gambaran perkembangan desain saat ini, bahwa medianya terus berkembang dan semakin interaktif,” tegasnya.

Selain SCU, sejumlah karya dari mahasiswa 2 perguruan tinggi di Semarang, Universitas Dian Nuswantoro (UDINUS) dan Bina Nusantara (BINUS) University juga turut dipamerkan. “Kampus-kampus di Semarang yang mempunyai program studi DKV saling mendukung. Ketika ada salah satu yang menyelenggarakan pameran terbuka, kami saling berpartisipasi untuk mengirimkan karya dari mahasiswa,” tambah Louis.

Picture of Humas

Humas