
Soegijapranata Catholic University (SCU) menyambut kunjungan Jakarta International University (JIU) pada Selasa, 19 Mei 2026. JIU diwakili Dimaz Ramananda, S.E, M.Ak (Direktur Bidang Akademik), Sarah Wenda, B.Sc (Kepala Bidang Kerja Sama), dan Dian Yosefine, S.E (Kepala Bidang Kemahasiswaan). Mereka disambut Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, S.H, M.H (Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama), Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd (Kepala Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3)), dan Y.B. Dwi Setianto, M.Cs (Kepala Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA)).
Berlangsung di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan, pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama antar perguruan tinggi yang berfokus pada penyelenggaraan kegiatan akademik dan kemahasiswaan bersama. Selain itu, diskusi ini juga menjadi kesempatan bagi kedua perguruan tinggi untuk saling mengenal lebih dekat.
“Kami memang ingin memperkenalkan JIU sekaligus menjalin relasi dengan kampus-kampus yang berada dalam jejaring pendidikan tinggi Kristen. Kami melihat SCU sebagai salah satu institusi yang memiliki banyak kemiripan dengan kami, baik dari sisi akademik maupun nilai-nilai yang dibangun,” kata Dimaz.
Dimaz menjelaskan bahwa pihaknya saat ini mempunyai 6 program studi setelah resmi menjadi universitas pada 2020, di antaranya Akuntansi, Sastra Inggris, Sastra Jepang, dan Sistem Informasi. JIU sendiri menurut keterangan Dimaz merupakan penggabungan dua sekolah tinggi yang masing-masing fokus pada ilmu ekonomi dan bahasa asing. Ia pun menjelaskan bahwa JIU dibentuk oleh yayasan yang beranggotakan komunitas Korea di Indonesia dengan visi mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Kristiani atau Biblical Worldview.
Sementara itu, SCU menyambut baik kunjungan dan inisiatif kerja sama tersebut. Diskusi kemudian mengarah pada pembahasan mengenai peluang pengembangan International Undergraduate Program (IUP) serta penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan pembelajaran. JIU menyampaikan ketertarikannya terhadap pengelolaan program internasional di SCU, mengingat kampus tersebut juga mulai menerapkan penggunaan Bahasa Inggris dalam proses akademik dan aktivitas mahasiswa sehari-hari. “Berbagai peluang kolaborasi dapat dikembangkan, khususnya dalam bidang internasionalisasi kampus dan pengembangan program akademik berbasis Bahasa Inggris,” kata Dr. dr. Gregorius.









