
Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Psikologi Pecinta Alam Soegijapranata (PSIKOPALA) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan program SAHABAT (Sambung Aksi Hasilkan Anggota Hebat) pada Sabtu, 25 April 2026, di Gedung Antonius, Kampus 1 SCU Bendan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia mahasiswa pecinta alam, khususnya dalam memberikan penanganan awal terhadap individu yang mengalami trauma saat terjadi kondisi darurat di alam.
Program SAHABAT dikemas dalam bentuk seminar dengan menghadirkan seorang psikolog yang memiliki kompetensi di bidang penanganan trauma. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi praktik Psychological First Aid (PFA) dan teknik tapping sebagai salah satu bentuk dukungan psikologis awal bagi penyintas yang mengalami syok atau tekanan emosional.
Kegiatan ini diikuti oleh organisasi mahasiswa pecinta alam di lingkungan SCU, yaitu UKM Wanacaraka, UKMF Mahupa, dan UKMF Mahepala. Melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya aspek psikologis dalam proses pertolongan pertama, terutama ketika menghadapi korban kecelakaan atau situasi darurat saat melakukan aktivitas di alam terbuka.
Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali pengetahuan mengenai langkah-langkah dasar penanganan trauma agar mampu memberikan rasa aman dan tenang kepada korban sebelum memperoleh penanganan lanjutan. Pemahaman ini dinilai penting karena mahasiswa pecinta alam kerap menjadi pihak pertama yang berada di lokasi kejadian dan memberikan bantuan awal kepada korban.
Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam pertolongan pertama, seminar ini juga menekankan bahwa dukungan psikologis sejak awal berperan penting dalam mencegah dampak trauma yang lebih berat. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan pertolongan yang lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga kondisi mental korban.
Melalui program SAHABAT, PSIKOPALA SCU berharap mahasiswa pecinta alam, khususnya di lingkungan SCU, memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penanganan trauma dan mampu menerapkan keterampilan tersebut ketika menghadapi situasi darurat. Program ini juga menjadi bagian dari upaya organisasi dalam meningkatkan kompetensi anggotanya agar semakin siap memberikan bantuan secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.









