FIKOM SCU Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Permudah Legalisir Dokumen Mahasiswa dan Alumni

FIKOM SCU Terapkan Tanda Tangan Elektronik, Permudah Legalisir Dokumen Mahasiswa dan Alumni

Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) Soegijapranata Catholic University (SCU) terus berinovasi dalam memanfaatkan teknologi digital, salah satunya melalui penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) untuk mendukung layanan administrasi akademik yang lebih praktis dan legal.

Dekan FIKOM SCU, Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya, S.E, S.Kom, M.SIEC menjelaskan bahwa TTE telah diakui sebagai alat bukti hukum yang sah sejak diberlakukannya UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa informasi dan dokumen elektronik, termasuk hasil cetaknya, memiliki kekuatan hukum yang sama dengan dokumen konvensional.

“Dokumen dengan TTE biasanya digunakan ketika dikirimkan melalui email, WhatsApp, atau media elektronik lainnya. Namun, perlu dipahami bahwa TTE berbeda dengan sekadar menambahkan gambar hasil scan tanda tangan ke dalam dokumen. Itu masih termasuk tanda tangan basah, baik dibuat dengan tinta maupun printer,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa TTE bukan berbentuk barcode, melainkan sistem yang memiliki validasi tersendiri. “Jika menggunakan pembaca dokumen yang tepat, maka akan muncul informasi valid terkait TTE di dalam dokumen tersebut,” imbuhnya.

Penerapan TTE di FIKOM SCU sendiri telah dimulai sejak awal periode Dekanat 2025–2029. Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan mahasiswa dan alumni yang sering memerlukan legalisir dokumen seperti transkrip atau ijazah. Selama ini, proses legalisir konvensional dinilai membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit.

“Jika dilakukan secara online dengan tanda tangan scan, itu sebenarnya belum sah secara hukum. Oleh karena itu, kami menghadirkan TTE yang memenuhi kaidah legal agar dapat digunakan secara resmi untuk berbagai keperluan,” ujar Ridwan.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penerapan TTE menjadi penting di era digital saat ini, di mana komunikasi dan pertukaran dokumen melalui media elektronik telah menjadi hal yang umum, baik di lingkungan akademik maupun dunia industri. Kehadiran TTE tidak hanya memberikan kemudahan akses dari jarak jauh, tetapi juga menjamin keamanan dan keabsahan dokumen.

“Perguruan tinggi tidak hanya menyediakan layanan bagi mahasiswa dan alumni, tetapi juga harus menjadi agen literasi digital yang mengedukasi sivitas akademika,” tegasnya.

Selain penerapan TTE, FIKOM SCU juga mengembangkan berbagai inovasi lain untuk meningkatkan layanan berbasis teknologi di tingkat fakultas. Beberapa di antaranya meliputi sistem pengelolaan ruang, pengelolaan aspirasi mahasiswa, hingga pengelolaan dokumen fakultas yang terintegrasi secara digital.

Picture of Humas

Humas