Wamenkraf RI Apresiasi Langkah FIKOM SCU Siapkan Talenta Digital

Wamenkraf RI Apresiasi Langkah FIKOM SCU Siapkan Talenta Digital

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, Irene Umar Li mengapresiasi penyelenggaraan FICPACT CUP oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (BEMF-IKOM) Soegijapranata Catholic University (SCU) sebagai upaya mempersiapkan talenta digital. Ia hadir secara daring dalam Talkshow “Web3 for IT Students: Preparing the Skills of the Future” pada Awarding FICPACT CUP di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, Rabu (8/4).

Kompetisi web development, video AI storytelling, dan business model canvas tersebut menurut Irene sejalan dengan komitmen Kemenkraf RI dalam mendorong penguatan ekonomi digital Indonesia yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing. “Kompetisi ini sejalan dengan semangat ekonomi kreatif yang bertumpu pada kreasi dan inovasi,” tuturnya.

Dalam talkshow yang membahas tentang perkembangan web 3.0 tersebut, Irene juga menekankan transformasi digital sebagai salah satu pondasi ekonomi kreatif. Perkembangan web 3.0 dan blockchain yang menjadi fokus bahasan dalam talkshow pun turut disoroti.

“Blockchain memberikan transparansi dan keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku ekonomi kreatif, mulai dari perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) hingga potensi digital asset. Web 3.0 juga menghadirkan paradigma baru, di mana komunitas digital memiliki peran yang lebih kuat dan partisipatif,” jelasnya.

Talkshow “Web3 for IT Students: Preparing the Skills of the Future”

Selain Irene, talkshow juga menghadirkan Lead Superteam Indonesia Solana Blockchain, Steven W. dan Co-Founder and Chairman of Indodax, Oscar Darmawan. Keduanya memberikan kiat keterampilan yang perlu disiapkan untuk memenuhi peluang karier di bidang web 3.0 dan blockchain.

Kiat tersebut diberikan kepada pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi di Indonesia yang merupakan peserta FICPACT CUP. Adapun beberapa di antaranya seperti UNDIP, UNNES, UB, SMK Telkom Sidoarjo, dan SMKN 8 Semarang.

Steven menjelaskan bahwa peluang karier di industri web 3.0 sangat terbuka luas dan komunitas menurutnya menjadi faktor penting yang ikut berperan dalam pengembangan karier di sana. “Tidak hanya developer, melainkan juga marketing, media, partnership, sampai business development. Komunitas menjadi penting sebagai tempat belajar, diskusi, dan mengeksplorasi peluang tersebut, khususnya untuk proyek-proyek dari luar negeri,” terangnya.

Sependapat dengan Irene, terbuka luasnya peluang ini menurut Oscar tidak bisa dilepaskan dari cepatnya perkembangan teknologi.“Hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). mempercepat semuanya, termasuk inovasi di web 3.0. Karena itu, kita harus terus update dan tidak hanya mengandalkan pembelajaran di kelas,” pesannya kepada peserta.

Sejalan dengan itu, Irene pun berharap forum ini menjadi wadah bagi para generasi muda untuk berbagi pengetahuan dan memperluas wawasan. “Semoga bisa semakin mendorong lahirnya inovasi-inovasi baru yang berdampak nyata bagi pertumbuhan industri kreatif di tanah air,” harapnya.

Picture of Humas

Humas