SEC Gelaran FEB SCU Dorong Kemampuan Analisis Siswa SMA dalam Studi Kasus Ekonomi

SEC Gelaran FEB SCU Dorong Kemampuan Analisis Siswa SMA dalam Studi Kasus Ekonomi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU) berupaya mendorong kemampuan analisis siswa SMA dan sederajat dalam memecahkan berbagai studi kasus di bidang ekonomi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Soegijapranata Economic Competition (SEC) yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPSA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen (HMPSM).

Kompetisi tingkat nasional ini diikuti 32 tim beranggotakan 2-3 siswa dari berbagai sekolah se-Indonesia. Sepuluh di antaranya kemudian dipilih untuk mengikuti babak final di Kampus 1 SCU Bendan pada 6-7 Maret 2026 selepas mengikuti babak penyisihan pada 2 Maret 2026. Pada tahap penyisihan, peserta mengerjakan soal pilihan ganda bergaya olimpiade yang menguji pemahaman mereka seputar ekonomi.

Di samping mengasah kemampuan analisis ekonomi, kegiatan ini juga menjadi momen FEB SCU untuk memperkenalkan dunia perkuliahan kepada para siswa. Ketua SEC, Oktaviany Handoyo menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan kompetisi di bidang ekonomi yang memadukan dua program studi di SCU, yaitu Akuntansi dan Manajemen. Adapun materi yang diujikan mencakup konsep dasar yang telah dipelajari siswa di sekolah, mulai dari penjurnalan akuntansi hingga analisis strategi dan ekonomi.

“Kami menilai kemampuan mereka dalam penjurnalan (akuntansi) dan analisis serta strategi (manajemen). Kemampuan mereka dalam public speaking juga dinilai mengingat mereka harus mempresentasikan hasil analisisnya,” jelas Oktaviany.

Sementara pada babak final, para siswa mengikuti berbagai tantangan dalam sistem permainan pos. Berbeda dengan babak penyisihan yang menggunakan soal pilihan ganda, Ketua Divisi Acara SEC, Ong, Aurellia Immanuella Susanto menjelaskan pada tahap final para peserta dihadapkan pada berbagai bentuk soal seperti studi kasus, analisis strategi, hingga praktik penjurnalan. Materi yang diberikan juga mencakup aspek ekonomi makro, mikro, serta analisis bisnis perusahaan.

“Di final ini kami menggunakan konsep game dengan 5 pos. Empat pos berisi tantangan ekonomi dan akuntansi, seperti analisis kasus, strategi bisnis, serta soal perhitungan. Sementara satu pos lainnya bersifat gabungan untuk meramaikan suasana sekaligus memperkenalkan FEB lebih jauh kepada para peserta,” jelas Aurellia.

Dosen FEB SCU, Rudy Elyadi, SE, MM menilai pentingnya kompetisi ini dalam mengasah kemampuan berpikir kritis generasi muda, terutama di tengah perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). “Sekarang ini generasi muda cenderung lebih pragmatis. Dengan adanya kompetisi ini, kami mencoba mengasah kreativitas, kemampuan kognitif, sekaligus kerja sama tim. Hal-hal seperti empati dan kreativitas tidak bisa digantikan oleh AI, sehingga tetap perlu dilatih,” ujarnya.

Picture of Humas

Humas