
Wakil Walikota Semarang, H. Ir. Iswar Aminuddin, M.T mengapresiasi hasil program kerja mahasiswa Soegijapranata Catholic University (SCU) peserta Kuliah Kerja Usaha (KKU), Kuliah Kerja Sinergis (KKS), dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. “Atas nama Pemkot Semarang, saya menyampaikan apresiasi kepada SCU yang terus menunjukkan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, melainkan juga menghadirkan kebermanfaatan di tengah masyarakat,” sambutnya dalam Expo KKU/KKS/KKN Tematik di Lap. Albertus, Kampus 1 SCU Bendan, Selasa (30/6). Expo tersebut memamerkan hasil pendampingan 810 mahasiswa kepada 104 UMKM dan PKK di 27 RT dan 5 RW yang tersebar di 30 kelurahan dan 11 kecamatan serta 4 sekolah di Kota Semarang selama kurang lebih 2 bulan.
Apresiasi ini disambut baik Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.Comp.IT, Ph.D. “Sebagai bagian dari Kota Semarang, kami juga bertanggung jawab untuk berkontribusi terhadap masyarakat dan perekonomiannya. Kami mengembangkan KKU/KKS bersama Pemkot Semarang, sehingga mahasiswa dapat mendampingi UMKM, PKK, hingga komunitas sosial di lingkungan masyarakat,” tuturnya.
Fokus Pendampingan
Mahasiswa peserta KKU telah mendampingi para pelaku UMKM dalam strategi pemasaran, khususnya pengembangan branding melalui platform media sosial dan marketplace guna membangun identitas usaha sekaligus perbaikan kemasan produk. Sementara, mahasiswa KKS juga turut mengembangkan program pemberdayaan masyarakat di tingkat RT maupun RW.
Selain itu, adapula mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) SCU peserta KKN Tematik “Back to School” yang mendampingi SMA/K Karangturi, Tritunggal, Theresiana, dan Sedes Sapientiae untuk menguatkan branding internasional melalui platform media sosial, penyesuaian kurikulum pembelajaran, pengembangan ekstrakurikuler, hingga penguatan kerja sama internasional.
“Mahasiswa tidak hanya datang untuk memberi, tetapi juga belajar dari masyarakat. Mereka belajar memahami tantangan nyata yang dihadapi mitra dampingan, sekaligus mengasah kemampuan beradaptasi, bekerja sama, dan mencari solusi di lapangan,” tambah Robertus.
Apresiasi Pemkot
Menurut Iswar, hasil pendampingan mahasiswa telah dirasakan langsung, terkhusus bagi pelaku UMKM. Ia menyebut beberapa dari mereka bahkan mengalami peningkatan permintaan setelah memperoleh pendampingan. “Ini menunjukkan bahwa masyarakat memang membutuhkan pendampingan ini. Ke depan, pendampingan tidak cukup hanya pada aspek pemasaran, tetapi juga perlu diperluas pada pengelolaan usaha dan peningkatan kapasitas produksi agar UMKM benar-benar bisa naik kelas,” katanya.
Lebih lanjut, Iswar juga mendorong agar kerja sama antara SCU dan Pemkot Semarang terus diperluas, termasuk melalui pelaksanaan KKN di kawasan penyangga Kota Semarang. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitar Kota Semarang penting dilakukan agar pembangunan tidak hanya terpusat di kota, tetapi juga berkembang secara merata di daerah sekitarnya.
Talkshow & Workshop
Dalam kesempatan ini pula, SCU juga menghadirkan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Semarang untuk menyosialisasikan berbagai kebijakan dan program pengembangan usaha mikro kepada para pelaku UMKM dampingan di Teater Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan. Selain itu, diselenggarakan pula Workshop “Branding plus Konten AI untuk Food Beverage” bersama Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) SCU, Louis Cahyo Kumolo Buntaran, S.Ds, M.M, untuk membekali para UMKM dampingan dengan teknik fotografi produk berikut kiat membuatnya menarik dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI).








