
UPT Perpustakaan Soegijapranata Catholic University (SCU) memberikan pendampingan kepada pengurus perpustakaan Gereja St. Theresia Bongsari dan Kapel St. Maria Fatima Bulu Lor, Semarang, selama Februari hingga April 2026. Program ini melibatkan mahasiswa SCU penerima Program Beasiswa Paroki sebagai upaya penguatan literasi iman di lingkungan gereja-gereja di bawah naungan Keuskupan Agung Semarang (KAS).
Kepala UPT Perpustakaan SCU, Melanie Adiranti, S.Hum, M.A, menjelaskan bahwa pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemilahan koleksi, pengolahan data dan teknis koleksi, pemetaan buku di rak, hingga instalasi sistem digital perpustakaan. “Pendampingan ini diharapkan dapat mengoptimalkan layanan perpustakaan Gereja agar dapat menghadirkan akses literasi yang kuat bagi umat,” ujarnya.
Melanie menuturkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan koleksi secara administratif, tetapi juga menjadi langkah awal menuju integrasi layanan literasi iman berbasis digital di lingkup KAS. Nantinya, daftar koleksi buku dari berbagai gereja di bawah naungan KAS direncanakan dapat terhubung dalam satu portal katalog daring yang dapat diakses umat secara lebih luas.
“Tujuan akhirnya adalah mengintegrasikan daftar koleksi buku di setiap gereja dalam portal katalog online sehingga umat dapat melihat dan memanfaatkan koleksi yang tersedia untuk memperkaya wawasan serta iman mereka,” jelas Melanie.
Selain membantu pengurus perpustakaan Gereja dalam pengelolaan koleksi, program ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa Program Beasiswa Paroki dalam bidang pengelolaan perpustakaan dan pelayanan masyarakat berbasis literasi.
Melanie menambahkan, pendampingan serupa direncanakan akan terus berlanjut pada tahun depan dengan sasaran gereja lain yang telah memiliki koleksi buku namun belum tertata secara optimal. Salah satu lokasi yang direncanakan untuk pendampingan berikutnya adalah Gereja Gedangan.
Melalui program Pojok Literasi Iman ini, UPT Perpustakaan SCU berharap budaya membaca dan penguatan iman melalui literasi dapat semakin berkembang di lingkungan Gereja, sekaligus memperluas akses umat terhadap sumber bacaan rohani dan pengetahuan.









