Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

(Jadilah) Pemimpin yang ”Memet”, ”Jlimet”, dan ”Rapet”

Oleh: JC Tukiman TarunaPengajar pada Program Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) di Unika Soegijapranata, Semarang, dan Penyuluhan Pembangunan di UNS Surakarta
Dalam konteks Indonesia, dewasa ini, pemimpin yang disebut berhasil adalah dia atau mereka yang mampu melaksanakan amanat kepemimpinannya secara sepenuh hati, teliti, dan bekerja dalam sunyi.

Menjadi pemimpin di era serba digital dengan banyak perubahan cepat seperti saat ini, ajaran/petuah kultural tentang pentingnya berpikir dan bertindak memetjlimet, dan rapet justru menjadi sangat relevan (bacalah ketiga kata itu seperti Anda mengatakan segera atau setelah). Jika dibandingkan dengan pola pikir Barat, pola pikir dan tindak MJR ini, antara lain diwakili oleh Marvin Weisboard dan Sandra Janoff dalam bukunya Future Search (2000), dikerangkakan dalam fase learning dan fase doing, serta kedua fase itu perlu didukung oleh sumber daya yang sesuai/memadai (supporting resources).

Dalam fase learning, pemimpin melakukan sekurangnya lima hal utama, yaitu melihat secara garis besar dinamika tugas, kewajiban, dan wewenangnya; mencermati apa yang pernah terjadi; memikirkan secara serius tentang tujuan dan sukses yang bakal diraihnya; menentukan peta jalan; serta merumuskan/menyusun semuanya itu ke dalam sebuah rancangan pelaksanaan. Terkait dengan fase doing, seorang pemimpin idealnya sadar betul tentang (a) penentuan waktu paling tepat untuk segera melakukannya, (b) penentuan waktu paling tepat kapan sukses/hasilnya dicapai, (c) tuntutan ”harus hadir” di sana karena tidak cukup atau berhenti pada berkeputusan saja; dan (d) sadar betul bahwa semuanya itu pasti akan berlangsung seperti ”menaiki roller coaster”.

Bagaimana MJR?

Pola pikir dan tindak memetnjlimetrapet (MJR) sulit dibuat distingsinya seperti pola Marvin Weisbord dan Sandra Janoff di atas karena, bagaikan intan, MJR itu satu entitas, tetapi kilau pantulan warnanya bisa berbeda tergantung dari posisinya terhadap cahaya/sinar. MJR itu menyatu, saling mengisi dan melengkapi antara (a) memikirkan segala sesuatunya secara dalam-dalam penuh ketelitian dan bahkan sepenuh perasaan hati (memet), (b) semua aspek dipelajari, dilihat, dan dipertimbangkan secara teliti (jlimet), serta (c) harus berproses dalam sunyi senyap penuh kerahasiaan (rapet).

Dalam konteks Indonesia, dewasa ini, pemimpin yang disebut berhasil adalah dia atau mereka yang mampu melaksanakan amanat kepemimpinannya secara MJR dan, sebaliknya, itu berarti masyarakat segera dapat menilai (dalam 100 hari, misalnya) pemimpin mana yang akan sukses dan pemimpin mana akan tidak sukses. Intan MJR kilaunya sering kurang menyilaukan terutama karena kesulitan terbesar paling sering dihadapi oleh para pemimpin (kita) dalam pola pikir dan tindak MJR ini terletak pada ketidakmampuannya menyimpan atau menjaga rahasia. Seolah tidak ada rahasia dalam relasi sosial kita, termasuk seolah tidak ada rahasia di antara pemimpin kita. Rahasia sering bocor di mana-mana dan ke mana-mana. Akibat dari mudah bocor di mana-mana/ke mana-mana, karena MJR itu satu entitas model kepemimpinan, maka menjadi pudar pulalah pola pikir dan sikap memet dan jlimet-nya.

https://assetd.kompas.id/js3o8x7SNS87xCU32CYY97k6GNA=/1024x1445/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2020%2F07%2F03%2F20200703-OPINI-DIGITAL-6_90207772_1593794403_jpg.jpg

”Hemisfer” baru

Oleh karena itu, tidak berlebihan apabila ada satu permintaan khusus kepada para pemimpin Indonesia, yaitu jadilah pemimpin yang berpola pikir dan tindak MJR serta menjadikannya sebagai hemisfer baru untuk model kepemimpinan di Indonesia. Ada beberapa alasan mengapa pola pikir dan tindak MJR mendesak dan penting sebagai belahan dunia baru (hemisfer) kepemimpinan.

Pertama, terlepas dari huru-hara pro-kontra yang muncul berkaitan dengan kosakata ”tiga periode”, tampak jelas betapa sejumlah pihak melihat betapa model kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama ini telah mengembangkan pola pikir dan tindak MJR. Artinya, ada damba masyarakat agar model kepemimpinan MJR itu semakin berkembang dan dipraktikkan oleh sebanyak mungkin pemimpin lainnya.

Ada damba masyarakat agar model kepemimpinan MJR itu semakin berkembang dan dipraktikkan oleh sebanyak mungkin pemimpin lainnya.

Kedua, sudah terlalu lama kita tidak menemukan indikator pemimpin berkarakter itu bagaimana dan apa saja. Sekarang, lewat pengembangan pola pikir dan tindak MJR, menjadi sangat jelaslah indikator yang diharapkan itu dan sangat jelas pula menilainya kelak.

Alasan ketiga, satu entitasnya MJR sangatlah sesuai dengan kultur kemasyarakatan kita yang tidak terbiasa berpikir secara distingtif sebagaimana biasa dilakukan oleh orang Barat. Contoh paling nyata adalah kita sangat tidak terbiasa menyusun daftar apa pun secara alfabetis, entah terkait daftar nama, tempat, dan lain-lain.

Pola pikir dan tindak MJR menyatu bagaikan bumbu masak yang tercampur menjadi satu rasa dalam olahan lodeh misalnya. Pada saat seorang pemimpin berpikir memet, saat itu pula ia pasti juga menjalankan analisis secara jlimet. Begitu seterusnya.

Keempat, pola pikir dan tindak MJR itu kekayaan lokal, tetapi sekaligus juga merupakan kekayaan nasional Indonesia. Di masing-masing daerah, para pemimpin daerahnya sangat merdeka untuk melaksanakan pola pikir dan tindak MJR sesuai kultur wilayahnya.

#https://www.kompas.id/baca/opini/2022/04/19/jadilah-pemimpin-yang-memet-jlimet-dan-rapet/

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message