Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Pengurbanan Merawat Kehidupan

Oleh: Aloys Budi Purnomo Pr, pengajar Program Doktor Ilmu Lingkungan Unika Soegijapranata, Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Kevikepan Semarang.

DALAM suasana perayaan Iduladha 1334 H, sebagai pastor Katolik saya bersyukur turut mengenangkan aspek penting kehidupan rohani, yakni pengorbanan dalam semangat kurban. Bagi saya pribadi, pada 2022 ini, makna korban dan kurban sangat relevan dan Saya imam sebagai sebuah penyelenggaraan ilahi (providensia Dei) bahwa menjelang Iduladha 1334 H, saya boleh merayakan karunia tahbisan imamat yang ke-26 (8/1/202’2). Perayaan ini terbaca 25 plus 1. Tahun lalu, saya merayakan pesta perak rahmat imamat masih dalam masa pandemi Covid-19, sehingga pesta perak tersebut kami syukuri tanpa perayaan dan pesta.

Dalam suasana tersebut, yang diutamakan adalah bela rasa (compassion) dengan semua orang yang sedang sakit dan menderita karena terjadinya pandemi akibat virus korona. Bentuk bela rasa tersebut adalah menghayati sikap ugahari dan matiraga tanpa pesta meski pesta perak suatu momentum kehidupan yang istimewa.

Pesta perak rahmat imamat sebagai pastor Katolik pada masa pandemi Covid-19 justru menjadi sebentuk pengorbanan dengan penuh syukur. Sikap syukur dihayati dalam perspektif iman bahwa usia perak imamat bukan prestasi pribadi melainkan merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Karunia yang dilimpahkan Tuhan dalam segala kelemahan dan kerapuhan manusiawi.

Tahun 2022, dengan usia imamat 25+1, keistimewaan terjadi. Syukur atas tahbisan imamat direnungkan dalam konteks perayaan Iduladha bersama para sahabat dan umat Islam meski mereka juga merayakannya dalam semangat ugahari karena pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai. Mengapa istimewa? Bagi saya, menghidupi panggilan sebagai imam (pastor) tak lepas dari semangat pengorbanan. Spirit Iduladha dalam makna pengorbanan dan berbagi untuk kehidupan bersama menginspirasi pula kehidupan imamat. Mengacu pada refleksi Fulton John Sheen, kehidupan imamat identik dengan korban dan bahkan kurban sebagai sacerdos victima (imam-kurban) (Fulton J Sheen, 1963:2).

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dipergunakan dua kata, korban dan kurban, yang bila direfleksikan secara lebih mendalam memiliki makna yang serupa meski tak sama. Kata korban memiliki arti mempersembahkan untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya. Korban juga berarti orang, binatang, dan benda lainnya yang menderita (mati) akibat suatu kejadian dan atau karena perbuatan jahat. Sebagai kata kerja, berkorban dan mengorbankan berarti menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sejenisnya. Termasuk memberikan sesuatu sebagai korban dengan rela dan ikhlas. Hal yang sama juga mencakup prosesnya, yakni pengorbanan.

Kata kurban menurut KBBI langsung terhubung dengan yang Ilahi, yakni Allah sendiri. Kurban sebagai kata benda berarti persembahan kepada Allah. Dalam semua tradisi agama-agama dan kepereayaan, itulah makna kurban. Kurban menjadi ungkapan ataupun perwujudan iman. Itulah sebabnya, sebagaimana sudah disebutkan Fulton John Sheen, seorang imam adalah kurban, sebab imam –dalam tradisi agama Katolik– mempersembahkan hidupnya kepada Allah demi pelayanan. Pengurbanan demi kehidupan!

Merawat Kehidupan
Kurban dan pengurbanan dalam perspektif agama-agama dipersembahkan kepada Allah demi merawat kehidupan. Kurban menjadi kurban persembahan yang hidup yang lahir dan ketaatan, kesetiaan, dan keren-dahan hati. Kurban yang demikian menjiwai setiap orang untuk terbuka merawat kehidupan.

Dalam perspektif ekoteologis, kehidupan tidak hanya dimaknai dalam konteks kemanusiaan, kehidupan manusia, melainkan juga kesemestaan, kehidupan seluruh alam ciptaan. Kemanusiaan dan kesemestaan adalah gambaran suatu komunitas ciptaan. Di dalammnya, kita manusia adalah sesama anggota dengan ciptaan Allah yang lain (Richard Bauckman, 2016:64). Allah, manusia, dan makhluk lainnya menjadi unsur penting dalam korelasi yang menghadirkan kehidupan yang bermartabat.

Sayangnya, dewasa ini, kita menghadapi situasi yang membuat manusia merasa paling berkuasa, bahkan dengan arogan merusak kemanusiaan dan kesemestaan. Saat ini, kita sedang menghadapi suatu tantangan budaya, spiritual, dan pendidikan yang besar, yang akan meminta proses pembaruan yang panjang untuk merawat kehidupan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Manusia terjebak dalam sikap terpusat pada dirinya sendiri dan menutup diri dalam pikirannya sendiri. Sikap ini membuat keserakahan dan ketamakan meningkat.

“Semakin kosong hati orang, semakin besar kebutuhannya akan barang untuk dibeli, dimiliki, dan dikonsumsi.” (Francis, 2015:125). Padahal jutaan lainnya masih menderita berkekurangan.

Dalam konteks ini, kepekaan sejati dan bela rasa untuk mewujudkan kesejahteraan umum pun mandul. Piagam Bumi (29 Juni 2000) dapat menjadi inspirasi untuk memulihkan kembali kepekaan dan pengurbanan merawat kehidupan, kemanusiaan, dan kesemestaan. Kita semua diajak untuk meninggalkan masa penghancuran diri dan memulai suara masa yang baru yang lebih peduli untuk merawat kehidupan.

#Suara Merdeka, 7 Juli 2022, hal. 4

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message