
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Pusat Penerbitan Jurnal Ilmiah (PPJI) LPPM Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menyelenggarakan Writing Bootcamp Series “Menembus Peer Review: Strategi Memahami, Menjawab, dan Merevisi Naskah” pada Jumat (23/10/2026).
Selain SCU dan USD, forum yang juga diselenggarakan secara hybrid di kedua perguruan tinggi ini juga diikuti secara daring oleh dosen dari sejumlah perguruan tinggi anggota Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK). Bersama Dr. Ranto Partomuan Sihombing, S.E., M.S.I., C.S (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) SCU) dan Dr. Arina Isti’anah, M.Hum. (Dosen USD), para dosen diberikan pemahaman tentang kriteria penilaian reviewer jurnal ilmiah berikut strategi merespons masukan dan merevisi naskah artikel ilmiah.
Menjawab Tantangan Publikasi Ilmiah
Dr. Ranto membahas aspek yang dinilai reviewer dalam artikel ilmiah. Ia menjelaskan bahwa naskah perlu dibangun sebagai argumen yang logis, dengan hubungan yang jelas antara data, klaim, dan literatur pendukung. “Publikasi ilmiah membutuhkan ketekunan, daya juang, dan konsistensi. Salah satu tantangannya adalah keterbatasan waktu di tengah berbagai tanggung jawab pekerjaan,” ujar Dr. Ranto.
Sementara itu, Dr. Arina memaparkan strategi menanggapi komentar reviewer. Ia menjelaskan pentingnya memahami maksud setiap masukan, memetakan poin revisi, serta menyampaikan tanggapan secara terstruktur. “Peer review bertujuan meningkatkan kualitas penelitian, termasuk reliabilitas dan integritas. Melalui peer review, penulis dapat meningkatkan kualitas penelitian dengan memahami dan menindaklanjuti masukan reviewer secara tepat,” papar Arina.
Mendorong Pengembangan dan Peluang Kerja Sama Riset
Kedua perguruan tinggi mendorong dosen untuk meningkatkan kualitas publikasi sekaligus memperluas peluang riset bersama. Senada dengan Ketua LPPM USD, Andreas Prasetyadi, M.Si., Ph.D. yang menekankan pentingnya kerja sama ini untuk memperkuat pengembangan publikasi ilmiah. Menurutnya, hal ini dapat membuka peluang saling mendukung dan menghasilkan karya yang berdampak lebih luas. “Harapannya, apa yang kita hasilkan dapat memberikan dampak dan manfaat bagi banyak orang. Kesempatan untuk bekerja sama merupakan hal yang luar biasa karena memungkinkan kita untuk berkembang lebih cepat,” ungkapnya.
Sementara, Ketua LPPM SCU, Prof. Dr. Justina Trihoni Nalesti Dewi, S.H., M.Hum., turut menegaskan bahwa Writing Bootcamp bukan sekadar ruang untuk menulis, melainkan juga kesempatan menguji gagasan penelitian. Ia pun mengajak para dosen mengembangkan kebaruan penelitian dan menyampaikannya secara meyakinkan kepada pembaca. “Dalam forum ini, kita tidak hanya menulis, tetapi juga menguji gagasan. Bagaimana novelty yang kita yakini dapat diyakini juga oleh para pembaca menjadi hal yang perlu kita perhatikan,” jelas Prof. Yustina.









