Ide Omah Panggung Hidrolis Hantar Tim Peneliti Unika Terima Sertifikat Paten Sederhana

Dari kiri Dra B Tyas Susanti MA PhD , Ir Etty Endang Listiati MT dan paling kanan Ir IM Tri Hesti Mulyani MT

Tim peneliti Unika Soegijapranata baru-baru ini kembali mendapatkan Sertifikat Paten Sederhana atas invensi dengan judul ‘Metode Menaik dan Menurunkan Rumah Panggung Dengan Dongkrak Hidrolis Pada 4 Sudut’, dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Tim peneliti atau inventor yang terdiri dari Ir Etty Endang Listiati MT, Ir Widija Suseno Widjaja MT IPU, Ir IM Tri Hesti Mulyani MT dan Dra B Tyas Susanti MA PhD mencoba menjawab kebutuhan masyarakat yang tempat tinggalnya terkena rob akibat permukaan air laut lebih tinggi dari permukaan daratan di pesisir pantai.

Seperti yang dijelaskan oleh Ir Etty Endang Listiati saat dihubungi di ruang kerjanya. “Yang melatarbelakangi penelitian kami adalah adanya rob yang terjadi di daerah Kemijen Semarang Timur. Sedangkan untuk mengantisipasi rob, biasanya masyarakat melakukan pengurugan tanah, namun cara tersebut ternyata justru menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu kita tim inventor mempunyai ide untuk membuat bangunan yang adaptif untuk menanggulangi banjir rob tersebut,” paparnya.

Kita mengawali penelitian sejak bulan Juni 2016, saat itu banjir rob di daerah Kemijen sangat tinggi. Meski sudah ditanggulangi dengan pompa air untuk selanjutnya di buang ke sungai Banger tapi langkah tersebut dinilai masih belum menjawab permasalahan, terutama karena di area RW IV, rumah warga masih tergenang banjir rob.

Berdasarkan kondisi tersebut, maka pada tahun 2017 tim peneliti Unika mencoba membuat konsep rumah panggung yang dilengkapi dengan hidrolis pada rumah salah satu warga (Pak Hariyanto) atas seizin Ketua RW dan Bapak Lurah setempat.

Kemudian tahun 2018 design rumah panggung mulai kita bangun dalam jangka waktu sekitar tiga bulan. Dan ternyata berhasil digunakan setelah sebelumnya melalui uji coba.

“Bahan yang kita pakai untuk bangunan adalah dari bambu, dengan prinsip bebannya ringan dan dengan moduler tipe tiga,” terang Ir Etty.

Tahap berikutnya, kami menerbitkan buku tentang Ompalis (Omah panggung hidrolis) yang menjadi solusi baru untuk menanggulangi masalah banjir rob, lanjutnya.

Sementara Tyas Susanti PhD sebagai salah satu tim peneliti menyampaikan tentang ide Ompalis, yang ternyata sudah ada pihak yang tertarik untuk membuat prototype-nya dan ditawarkan untuk bangunan pos polisi, namun karena ada pandemi covid-19 maka rencana tersebut menjadi tertunda dan harus di jadwal ulang.

Sedangkan Ir Tri Hesti Mulyani juga menambahkan, bahwa di periode tahun 2022 ini, tim peneliti akan mencoba mengevaluasi bagaimana prototype yang kita usulkan sudah digunakan oleh Pak Heriyanto sekeluarga.

“Kita akan mencoba melihat pola pemanfaatannya seperti apa, kemudian kelemahannya seperti apa, atau dengan kata lain kita akan melakukan Post Occupancy Evaluation (POE) supaya kita mengetahui apakah desain yang kita buat, secara psikologis sudah menjawab kebutuhan penghuni atau belum,” tutur Ir Hesti.

Utamanya POE yang kita lakukan lebih berfokus pada fungsi ruang dan menyertakan mahasiswa yang masih menempuh seminar, dengan harapan semoga para mahasiswa bisa melanjutkan proyek ini atau melalui spirit proyek ini mereka bisa mengusulkan judul baru di proyek akhir, supaya penelitian ini bisa memberikan kontribusi di dalam pembelajaran, pungkasnya. (FAS)

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori

Share:

More Posts

Send Us A Message