Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Epilepsi dan Pendampingannya

IMG_4536Penyakit Epilepsi atau bagi orang awam sering menyebutnya penyakit ayan, tidak disebabkan oleh bakteri atau virus, melainkan karena terjadinya aktivitas yang berlebihan dari sekelompok sel neuron pada otak sehingga menyebabkan berbagai reaksi pada tubuh manusia mulai dari bengong sesaat, kesemutan, gangguan kesadaran, kejang-kejang dan atau kontraksi otot. Banyak pula di kalangan masyarakat yang belum mengetahui gejala-gejala epilepsi dan cara menanganinya ketika penyakit tersebut menyerang. Bahkan ada yang menganggap bahwa epilepsi adalah penyakit yang menular.
Untuk mempelajari dan mensosialisasikan tentang penyakit epilepsi dan pendampingannya, maka pada hari Sabtu (16/1) Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema“ Seminar Epilepsi : Kondisi Neuropsikologis dan Pendampingan Psikologis”  yang dilaksanakan di ruang 402,  Gedung Antonius.
Pembicara dalam kegiatan seminar tersebut adalah Dr. Marc P. H. Hendriks  dari Radboud University, Nijmegen, Belanda dan Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si, Psikolog dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, serta dimoderatori oleh Kuriake Kharismawan.
“Epilepsi merupakan penyakit pada saraf yang kronis dan tidak mengenal jenis kelamin. Penyakit ini tidak menular, jadi anggapan masyarakat mengenai epilepsi menular dari buih air liur penderitanya adalah salah. Anak-anak biasanya lebih sering mengalami kekambuhan epilepsi. Dalam proses penanganannya, perlu juga pendampingan dari orang-orang disekitarnya untuk menjauhkan benda-benda tajam dari penderita epilepsi” jelas Marc.
Sedangkan dari sisi pendekatan psikologis penderita epilepsi pada anak yang dibawakan oleh Dr. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si  menjelaskan tentang bagaimana peran orang disekitar sang anak penderita epilepsi.
“Epilepsi dapat mempengaruhi anak dalam berbagai sisi kehidupannya dan memiliki resiko gangguan psikologis dan perilaku.  Anak yang memiliki riwayat epilepsi biasanya memiliki problem dalam sekolah seperti diejek oleh teman-temannya yang berakibat ia menjadi minder, malu,dan cemas. Dan kondisi ini bisa menyebabkan timbulnya masalah dalam emosi dan perilakunya, sehingga perlu dilakukan pendekatan secara psikologis untuk sang anak penderita epilepsi oleh orang tua dan guru untuk mencegah timbulnya permasalahan emosi pada anak“tutur Dr. Indria.(Ign)

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message