Ini Upaya SCU Tingkatkan Kompetensi Lulusan di Tengah Maraknya AI, Dorong Penguatan Implementasi Kurikulum OBE

Ini Upaya SCU Tingkatkan Kompetensi Lulusan di Tengah Maraknya AI, Dorong Penguatan Implementasi Kurikulum OBE

Sejumlah pengelola Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknologi Pangan, dan Kedokteran Soegijapranata Catholic University (SCU) menyamakan persepsi mereka terkait implementasi kurikulum Outcome-Based Education (OBE). Mereka berkumpul dalam Forum Bincang tentang (Bintang) OBE gelaran Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) SCU di Gedung Fransiskus Assisi,  Kampus 2 SCU BSB, Selasa (5/5).

Forum ini menggali praktik baik sekaligus mengidentifikasi tantangan implementasi kurikulum OBE di masing-masing program studi. Tujuannya untuk menghimpun berbagai masukan untuk menyusun rencana tindak lanjut penguatan implementasi OBE secara menyeluruh di tingkat universitas, sehingga dapat memayungi kebutuhan seluruh program studi.

Dalam kesempatan yang sama, LP3 SCU turut memperkenalkan sistem untuk mendukung implementasi kurikulum OBE, khususnya dalam mengukur capaian pembelajaran, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. “Ini upaya kami ‘jemput bola’ ke program studi untuk mendengarkan pengalaman mereka, mulai dari sejauh mana implementasinya berjalan hingga kendala apa saja yang dihadapi,” tutur Kepala LP3 SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S, M.Pd.

Sejalan dengan itu, penguatan implementasi kurikulum ini menurut Prof. Heny dinilai penting karena tidak bisa dilepaskan dari dinamika global yang semakin menuntut lulusan perguruan tinggi berkompetensi. Namun demikian, ia menjelaskan bahwa sebenarnya pihaknya sudah lama mengintegrasikan kurikulum sejenis dalam metode pembelajaran khas SCU, Soegijapranata Learning Model (SLM). Dalam metode pembelajaran ini, Higher Order Thinking Skills (HOTS), yaitu kemampuan mahasiswa dalam berpikir kritis, analitis, dan reflektif juga ditekankan.

“Mahasiswa saat ini hidup di tengah kemudahan akses informasi dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Tantangannya adalah bagaimana mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi mampu mengolah, mengkritisi, dan menggunakannya secara bijak,” jelas Prof. Heny.

Picture of Humas

Humas