
Akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara turut membagikan risetnya tentang bisnis dan ekonomi berkelanjutan dalam The 11th International Conference on Business and Economics (ICBE) 2026. Konferensi internasional tersebut diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Soegijapranata Catholic University (SCU), University of San Carlos (USC) Filipina, dan Universitas Muria Kudus.
Sebanyak 52 hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dibagikan dalam forum yang diselenggarakan secara hybrid di Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan pada 3-4 Juni 2026 tersebut. Topik riset yang dipaparkan meliputi bisnis berkelanjutan, ekonomi digital, perpajakan, akuntansi hijau, ekonomi sirkular, teknologi keuangan (fintech), hingga transformasi teknologi dalam dunia bisnis.
Forum ini menghadirkan Chandra Akyun Singgih Wibowo, M.App.Ec (Kemenkeu RI), Prof. Dra. M.Y. Dwi Hayu Agustini, Ph.D (SCU), Prof. Ting-Ting Wu, Ph.D (National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan), Prof. Pi-Shen Seet, Ph.D (Edith Cowan University, Australia), Dr. Michael L.S. Abundo (OceanPixel Pte. Ltd., Singapura), dan Prof. John C.G. Lee, PhD (Renmin University, China). Mereka membahas berbagai isu strategis tentang pembangunan ekonomi berkelanjutan. Adapun di antaranya seperti inovasi dalam transformasi pendidikan bisnis, strategi keberlanjutan bagi UMKM, peran kecerdasan buatan (AI), pengembangan blue economy, hingga isu keadilan sosial yang muncul akibat dilema transisi energi.
Forum rutin dua tahunan yang telah berjalan selama lebih dari 20 tahun ini bertujuan untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari akademisi, peneliti, praktisi, hingga mahasiswa. Hal tersebut disampaikan Ketua The 11th ICBE 2026, Dr. St. Vena Purnamasari, S.E, M.Si. “Menjadi ruang pertukaran gagasan untuk merespons tantangan dalam menciptakan solusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Lebih lanjut, tema inklusivitas dan keberlanjutan yang selalu diangkat dalam ICBE menurut keterangan Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Kerja Sama FEB SCU, Dr. Ranto Partomuan Sihombing, S.E, M.Si. sangat relevan mengingat isu ini tidak pernah berhenti dibahas. Ia menambahkan bahwa masing-masing pembicara membawakan isu keberlanjutan dengan perspektif dari negara asalnya. “Termasuk isu-isu lingkungan yang juga berkaitan erat dengan ekonomi dan bisnis, seperti global warming dan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E, M.Si berharap gagasan akademik yang dipaparkan dapat memberikan kontribusi nyata. “Komitmen kami bersama untuk mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus menjawab tantangan global di bidang ekonomi dan bisnis,” tegasnya saat membuka konferensi.








