AI Ubah Peran HR, Seminar MSDM SCU Bekali Mahasiswa Hadapi Tuntutan Dunia Kerja

Perkembangan teknologi, khususnya dengan hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah wajah profesi Human Resources (HR). Hal ini disampaikan Praktisi HR, Winti Windrawati, S.Psi, S.M, M.M, Psikolog dalam Seminar Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) “Persiapan Memasuki Dunia Kerja” yang diselenggarakan Rumpun Konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM), Program Studi Manajemen, Soegijapranata Catholic University (SCU). Berlangsung di Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan, Jumat (4/7).

Di hadapan para mahasiswa dan dosen, Winti menjelaskan hadirnya digitalisasi telah mengubah praktik HR di berbagai perusahaan. Pengelolaan absensi, administrasi kepegawaian, hingga analisis perilaku karyawan kini banyak dilakukan melalui sistem digital yang mampu mengolah data secara otomatis.

“Kalau dulu HR banyak bekerja secara manual, sekarang semuanya berbasis sistem. Data kehadiran, keterlambatan, sampai pola perilaku karyawan bisa dianalisis sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat,” jelasnya.

Karena itu, menurutnya, perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan yang memiliki kemampuan komunikasi dan kerja sama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan, memahami analisis data, serta memanfaatkan teknologi digital dan AI dalam pekerjaan sehari-hari.

“Komunikasi dan teamwork itu tetap dibutuhkan sampai kapan pun. Tetapi sekarang perusahaan juga mencari orang yang agile, mampu membaca data, dan familiar dengan AI maupun sistem digital,” katanya.

Meski demikian, Winti menegaskan bahwa perkembangan AI tidak berarti menghilangkan peran manusia di bidang HR. Justru, seiring berkembangnya teknologi, fungsi HR semakin bergeser pada aspek yang membutuhkan empati, seperti coaching, mentoring, dan counseling bagi karyawan.

“AI bisa membantu pekerjaan, tetapi orang tetap membutuhkan manusia. Komunikasi, empati, dan pendampingan itu tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh mesin,” ujarnya.

Melengkapi perspektif tersebut, Dosen Rumpun MSDM, Dr. Agatha Ferijani, S.E, MS-HRM mengajak mahasiswa mulai mempersiapkan diri sejak masa kuliah dengan memahami perbedaan antara dunia akademik dan dunia kerja. Menurutnya, lulusan MSDM perlu memiliki employability skills, menyusun career roadmap, serta terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman magang dan sertifikasi profesional.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan konsep MSDM perlu diimbangi dengan pengalaman praktik, seperti latihan wawancara kerja, penyusunan curriculum vitae (CV), proses rekrutmen, hingga mengikuti program magang. Ia menilai pengalaman magang menjadi salah satu sarana terbaik untuk membangun kesiapan profesional. Melalui magang, mahasiswa memperoleh kesempatan mengenal budaya kerja, memahami proses bisnis perusahaan, serta mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Tak kalah penting, Dr. Agatha mendorong mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas kemampuan profesional yang dimiliki. Menurutnya, sertifikasi menjadi nilai tambah yang semakin diperhitungkan oleh dunia industri dalam proses rekrutmen.

Mahasiswa juga perlu mengenali potensi diri, menentukan tujuan karier, kemudian merancang langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapainya, termasuk meningkatkan kompetensi selama bekerja. “Kalau tujuan karier sudah jelas, mahasiswa bisa mengetahui kompetensi apa yang perlu dipersiapkan sejak sekarang dan bagaimana mengembangkan diri setelah memasuki dunia kerja,” tegas Dr. Agatha.

Picture of Humas

Humas