Pesilat SCU Raih Empat Medali di National Open Tournament Satria Airlangga Cup X

Pesilat SCU Raih Empat Medali di National Open Tournament Satria Airlangga Cup X

Tiga pesilat dari Soegijapranata Catholic University (SCU) berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih empat medali dalam ajang National Open Tournament Satria Airlangga Cup X yang digelar di Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, pada 6–8 Februari 2026. Dari kejuaraan tersebut, tim silat SCU membawa pulang satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Ketiga pesilat yang mengharumkan nama SCU adalah Bagus Arya Yudha dari Fakultas Hukum dan  (FHK), Gerrardo Divona Putra dari Fakultas Teknik (FT), serta Benediktus Brian Andika dari Fakultas Psikologi(FPsi).

Kejuaraan ini diikuti oleh 1.107 pesilat yang terdiri dari 597 putra dan 510 putri, mulai dari kategori usia dini hingga dewasa. Para atlet datang dari 63 kontingen yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Maluku, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pada kategori dewasa, persaingan berlangsung ketat karena diikuti oleh atlet dari berbagai perguruan tinggi ternama, di antaranya Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Mulawarman, Universitas Pattimura, Universitas Padjadjaran, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Prestasi terbaik bagi tim silat SCU diraih oleh Bagus Arya Yudha yang turun pada nomor laga Kelas B Putra (50–55 kg). Ia berhasil melaju hingga babak final setelah melalui pertandingan yang cukup berat. Di babak perempat final, Bagus berhadapan dengan Rangga Saputra dari Universitas Mulawarman. Dengan mengandalkan teknik tendangan kaki kanan serta tangkapan yang dilanjutkan dengan bantingan, Bagus berhasil memenangkan pertandingan dengan skor mutlak 2–0 dan melaju ke semifinal.

Sementara itu, Gerrardo Divona Putra yang bertanding di kelas F Putra (70–75 kg) harus terhenti pada babak perempat final setelah menghadapi pesilat dari Universitas Diponegoro, Muhammad Azka Hikamil Huda. Pertandingan berlangsung ketat dengan saling jual beli pukulan dan tendangan selama tiga babak. Namun, Divona harus mengakui keunggulan lawannya setelah dua kali dijatuhkan melalui teknik bantingan yang memberikan nilai lebih tinggi. Ia akhirnya kalah dengan skor 1–2 dan meraih medali perunggu.

Medali perunggu lainnya diraih oleh Benediktus Brian Andika yang turun pada nomor seni solospel. Brian yang menampilkan rangkaian teknik kombinasi tangan kosong berhasil meraih peringkat ketiga. Selain itu, Bagus dan Divona yang juga mengikuti nomor seni turut menyumbangkan satu medali perunggu bagi kontingen SCU.

Brian mengungkapkan bahwa kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi tim silat SCU, tidak hanya dalam hal bertanding tetapi juga dalam mempelajari penyelenggaraan kompetisi berskala besar.

“Ini langkah awal tahun yang baik bagi tim silat SCU. Selain bertanding, kami juga bisa belajar banyak mengenai cara menggelar kejuaraan dengan jumlah peserta lebih dari 1.000 atlet. Kejuaraan berlangsung lancar, rapi, dan sangat terorganisir. Salut untuk teman-teman dari Universitas Airlangga,” ujarnya.

Dalam kejuaraan tersebut, kontingen Universitas Brawijaya berhasil menjadi juara umum dan membawa pulang Piala Bergilir Satria Airlangga Cup X dengan raihan 7 medali emas, 2 perak, dan 6 perunggu. Posisi kedua diraih oleh kontingen Universitas Udayana dengan 6 emas, 7 perak, dan 9 perunggu, sementara posisi ketiga ditempati oleh Kontingen Ranting Kapal Bali yang mengoleksi 5 emas, 6 perak, dan 4 perunggu.

Kejuaraan ini juga dimanfaatkan oleh para pelatih dari berbagai daerah sebagai ajang pembuka kompetisi tahun 2026 sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para atlet muda dari berbagai perguruan tinggi dan perguruan silat di Indonesia.

Picture of Humas

Humas