
Pemanfaatan komoditas lokal dapat menjadi langkah untuk meningkatkan nilai tambah pangan sekaligus membuka peluang pengembangan produk di tingkat masyarakat. Hal tersebut dilakukan Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui kegiatan Bina DEsa 2026 di Desa Jatirejo, RW 02, Kambera.
Kegiatan ini menjadi ruang pendampingan bagi masyarakat untuk mengenali potensi komoditas dan mengolahnya menjadi produk pangan yang lebih bernilai. Bersama Ibu-Ibu PKK Desa Jatirejo, anggota Bina Desa HMPPI SCU melaksanakan rangkaian pembinaan sebanyak tiga kali dengan praktik pengelolaan pangan berbasis komoditas lokal.
Komoditas Lokal
Berbagai komoditas diolah menjadi produk pangan, seperti tepung pisang, sambal, dan selai bunga telang. Pengelolaan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman praktis kepada masyarakat, tetapi juga memperkenalkan alternatif pemanfaatan bahan lokal agar memiliki nilai tambah.
Ketua Bina Desa HMPPI SCU, Beatrice Clementine, mengatakan pendampingan dilakukan secara bertahap agar anggota HMPPI SCU dapat terlibat langsung dalam proses pengembangan potensi masyarakat.
“Antusiasme Ibu-Ibu PKK membuat proses pembinaan dapat berjalan dengan baik dan mendorong kami untuk terus mendampingi pengembangan komoditas lokal di Desa Jatirejo,” ujarnya.
Pendampingan secara langsung juga membuka ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Setiap pertemuan tidak hanya berfokus pada praktik pengelolaan pangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anggota HMPPI SCU untuk memahami potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Jatirejo.
Nilai Tambah
Melalui pengolahan tersebut, komoditas lokal tidak berhenti sebagai bahan pangan mentah. Masyarakat diperkenalkan pada proses pengembangan bahan menjadi produk yang memiliki bentuk dan pemanfaatan berbeda.
Antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan kegiatan. Keterlibatan Ibu-Ibu PKK dalam setiap pembinaan menunjukkan adanya ruang untuk mengembangkan pengetahuan pengolahan pangan melalui praktik yang dekat dengan potensi desa.
Bagi HMPPI SCU, Bina Desa juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan di tengah masyarakat. Interaksi selama kegiatan memperkuat hubungan antara mahasiswa dan warga sekaligus memberikan pengalaman dalam melakukan pendampingan secara langsung.
Ke depan, HMPPI SCU berharap hubungan yang telah terjalin dengan Desa Jatirejo dapat terus berkembang. Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang bagi munculnya inovasi baru dalam pemanfaatan dan pengembangan komoditas lokal di desa.









