Bukan Sekedar Kepatuhan pada Regulasi, RIL SCU Soroti Pentingnya Praktik Ramah Lingkungan dalam Industri

Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (RIL) Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Forum Diskusi “Envirotory” secara hybrid di Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan pada Jumat (22/5). Forum ini mempertemukan akademisi, mahasiswa, dan praktisi industri untuk membahas isu keberlanjutan lingkungan.

Tema “From Compliance to Sustainability: Peran LCA, ISO 14001, dan Sistem Monitoring Lingkungan pada Operasi PLTU” yang diangkat kali ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam sektor industri dan energi. Menghadirkan Fakhrian Aji Rahmantyo (Environmental Leader HSE Department PT Bhumi Jepara Service – OM Company of PLTU Tanjung Jati B Unit 5 & 6), forum ini membahas Life Cycle Assessment (LCA), ISO 14001, dan sistem monitoring lingkungan berikut perannya dalam pengembangan praktik industri yang berkelanjutan.

Kaprodi RIL SCU, B.Y. Arya Wastunimpuna, S.T, M.Ars menilai pembahasan ini penting untuk memahami pengelolaan lingkungan di industri energi berkembang, mulai dari pendekatan secara administratif hingga menjadi strategi keberlanjutan yang terintegrasi. “Jadi isu keberlanjutan lingkungan tidak cukup hanya dipandang sebagai kepatuhan terhadap regulasi, melainkan juga bagaimana membangun pengelolaannya secara terukur, berkelanjutan, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Lebih lanjut, tema yang diangkat dinilai relevan dengan tantangan sektor energi saat ini, khususnya dalam mendorong praktik industri yang lebih berkelanjutan. LCA sendiri merupakan metode untuk menilai dampak lingkungan suatu produk atau proses secara menyeluruh sejak tahap produksi hingga akhir siklus hidupnya. Pendekatan ini semakin banyak diterapkan di sektor energi sebagai evaluasi keberlanjutan dan efisiensi operasional. Dalam beberapa tahun terakhir, PLTU Tanjung Jati B juga mulai mengembangkan berbagai pendekatan berbasis analisis siklus hidup dan transformasi digital dalam pengelolaan operasional pembangkit.

Selain itu, penerapan ISO 14001 menjadi salah satu standar internasional yang banyak digunakan industri untuk membangun sistem manajemen lingkungan yang terstruktur. PT. TJB Power Services sebagai operator PLTU Tanjung Jati B diketahui telah memperoleh sertifikasi ISO 14001 bersama standar manajemen mutu dan keselamatan kerja lainnya sebagai bagian dari pengelolaan operasional pembangkit.

PLTU Tanjung Jati B sendiri merupakan salah satu pembangkit listrik tenaga uap terbesar di Indonesia dengan kapasitas mencapai 4 x 710 MW gross atau sekitar 12% kebutuhan listrik Jawa-Bali. Dalam pengelolaan lingkungannya, PLTU ini menerapkan berbagai teknologi pengendalian emisi seperti Flue Gas Desulfurization (FGD), optimalisasi pemanfaatan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), hingga sistem pengolahan limbah cair untuk mendukung operasional yang lebih ramah lingkungan.

Sejalan dengan itu, Arya juga menilai pentingnya kegiatan sejenis dalam memperkuat kerja sama antara kampus dan industri agar mahasiswa dapat memahami tantangan dalam pengelolaan dampak lingkungan. “Mahasiswa perlu melihat bahwa konsep keberlanjutan lingkungan yang dipelajari dalam perkuliahan benar-benar diterapkan di dunia industri. Karena itu, kerja sama dengan praktisi menjadi penting agar proses pembelajaran lebih kontekstual dan aplikatif,” tambahnya.

Picture of Humas

Humas