Dies Natalis Jadi Momen TI SCU Perkuat Profil Lulusan di Tengah Gempuran Hadirnya AI

Program Studi Teknik Informatika (TI) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Informatics Day 2026 pada 26-27 Agustus 2026 di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan. Menjadi pembuka rangkaian Dies Natalis ke-24 program studi, kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dalam mempersiapkan perjalanan studinya hingga lulus di tengah perkembangan kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI)

Fokus Persiapan

Pembekalan tersebut berkaitan dengan: etika penggunaan AI; eksplorasi minat; penggunaan AI dalam mendukung pembelajaran, hingga; persiapan magang serta penelitian untuk mendukung Tugas Akhir (TA). Salah satu fokus yang ditekankan yakni tentang Green AI. Konsep ini melihat bahwa perkembangan teknologi memberikan dampak pada lingkungan.

“Kita jarang berpikir bahwa komputasi yang semakin besar juga membutuhkan sumber daya dan energi yang besar,” jelas Ketua Program Studi TI SCU, Yonathan Purbo Santosa, S.Kom., M.Sc. Kesadaran tersebut mulai diintegrasikan dalam pembelajaran. Mahasiswa pun diajak mempertimbangkan efisiensi sumber daya dan dampak lingkungan dalam setiap proyek mata kuliah.

Pergeseran Proses Pembelajaran

Yonathan menilai pentingnya kegiatan ini mengingat adanya pergeseran pendekatan pembelajaran akibat hadirnya AI. Pihaknya ingin memperkuat pemahaman mahasiswa dalam mengenal konsep dasar. Tujuannya agar mereka mempunyai keterampilan lebih dan kemampuannya tidak secara serta merta digantikan.

“AI dapat menjadi alat penggali kemampuan. Karena itu, mahasiswa harus memiliki dasar pengetahuan dan kemampuan berpikir yang kuat,” kata Yonathan. Lebih lanjut, Dies Natalis pun menjadi momen pihaknya dalam memperkuat pemahaman tersebut, terutama dalam hal berpikir logis dan kritis.   Namun demikian, pihaknya juga tetap mendorong pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran.

Penguatan dan Adaptasi Kurikulum Pembelajaran

Adaptasi pun dilakukan melalui kurikulum baru yang mulai diimplementasikan pada Tahun Akademik 2026/2027. Pembelajaran tidak lagi hanya berfokus pada keterampilan praktis, melainkan memperkuat kemampuan dalam memahami persoalan dan merancang solusi.

“Harapannya, mau AI secanggih apa pun atau ada teknologi baru apa pun, selama dasar pemikiran logisnya kuat, mahasiswa tetap bisa belajar secara mandiri,” tambah Yonathan. Ia pun menegaskan semestinya AI ditempatkan sebagai alat bantu. Sehingga, mahasiswa perlu memahami proses dan gagasan di balik teknologi yang dihasilkan.

Picture of Humas

Humas