
Berawal dari berbagai ide yang dikembangkan dalam proses perkuliahan, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika (TI) Soegijapranata Catholic University (SCU) membawa inovasi mereka dalam Pameran TechXHibit. Pameran ini digelar pada Kamis (1/9) di Selasar Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan, sekaligus rangkaian Dies Natalis ke-24 program studi.
TechXHibit pun menjadi pameran pertama yang diselenggarakan program studi. Sebanyak 6 kelompok mahasiswa dari berbagai angkatan mengikuti menghadirkan berbagai karya yang mereka kembangkan selama proses pembelajaran. Karya-karya tersebut didominasi oleh teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).
Pameran TechXHbit
“Untuk pameran yang paling keren tadi ada deteksi density di jalan, itu merupakan gabungan IoT dan AI. Ada juga pengembangan teknologi AI untuk mendeteksi pengemudi yang mengantuk,” jelas Ketua Program Studi TI SCU, Yonathan Purbo Santosa, S.Kom., M.Sc.
Lebih lanjut, Yonathan mengatakan bahwa pameran ini tidak berhenti pada proses mahasiswa dalam menciptakan dan memamerkan karya mereka. Lebih dari itu, mahasiswa juga ditantang untuk mengkomunikasikan inovasinya kepada sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga sesama mahasiswa. “Dengan begitu, mahasiswa bisa belajar menyampaikan hal-hal teknis dengan cara yang dapat dipahami oleh pengunjung, sekaligus melatih kepercayaan diri ketika berbicara mengenai karya sendiri,” kata Yonathan.
Sejalan dengan itu, pihaknya juga mendorong pemanfaatan AI dalam proses pengembangan. Mahasiswa pun diperbolehkan menggunakan alat bantu seperti framework, library, API, template, maupun berbagai alat bantu berbasis AI. Namun, mahasiswa tetap harus memahami karya yang dibuat dan mampu menjelaskan proses pengembangannya. Pemahaman tersebut juga diuji melalui sesi tanya jawab mengenai karya yang mereka presentasikan.
Peluang Pengembangan dan Kerja Sama
“Kalau dilihat, memang ide-idenya masih sederhana karena berangkat dari tugas kuliah. Namun, keberanian untuk memamerkan hasil karya itu merupakan sebuah langkah tersendiri yang patut diapresiasi. Kompetisi tidak hanya tentang perlombaan. Setelah masuk ke dunia kerja, kompetisi bisa berubah menjadi persaingan antar rekan kerja. Karena itu, kompetisi berlangsung seumur hidup,” ujar Yonathan.
Tidak hanya berkaitan dengan karya, TECHXHIBIT juga mempertemukan mahasiswa dari berbagai angkatan. Kegiatan ini menjadi salah satu kesempatan untuk mempersiapkan karya yang nantinya akan dibawa dalam kompetisi antar angkatan. “Teknologi yang dikembangkan mahasiswa TI tidak boleh hanya untuk TI. Kalau TI hanya untuk TI, manfaatnya menjadi terbatas. Teknologi harus bisa memberikan dampak ke berbagai bidang, seperti psikologi, komunikasi, desain, maupun arsitektur. Jadi, TI tidak bisa hanya berfokus pada kegunaan untuk TI sendiri,” tegas Yonathan.
TECHXHIBIT pun diharapkan tidak berhenti sebagai ruang untuk memamerkan karya. Pengalaman selama proses pengembangan dan presentasi menjadi bekal bagi mahasiswa untuk melihat kembali potensi karyanya, termasuk peluang pengembangan dan kerja sama dengan bidang lain di luar TI.








