Mahasiswa FHK SCU Jadi Jaka Muda Cirebon dan Duta Literasi Keuangan OJK, Dorong Pengenalan Budaya dan Kecerdasan Finansial

Kekayaan budaya Kota Cirebon dan pentingnya literasi keuangan menjadi dua isu yang mendorong mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU), Kevin Wiyen Setiawan untuk aktif mengambil peran di tengah generasi muda. Melalui pencapaiannya sebagai Jaka Muda Pariwisata dan Budaya Kota Cirebon 2026 sekaligus Duta Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ia membawa gagasan untuk memperkenalkan budaya lokal sekaligus meningkatkan kesadaran finansial generasi muda.

Ketertarikan dengan Budaya

“Ketertarikan saya pada pariwisata dan budaya berakar dari kekayaan identitas Cirebon yang punya daya tarik luar biasa, namun kurang mendapat perhatian dari anak muda,” ujarnya. Menurut Kevin, upaya memperkenalkan budaya perlu mengangkat nilai dan filosofi yang berada di balik tradisi, bukan hanya memperkenalkan bentuk fisiknya. Ia melihat pendekatan digital melalui media sosial dan kolaborasi kreatif dapat menjadi cara untuk membuat edukasi budaya lebih dekat dengan generasi muda.

Perjalanan menjadi Jaka Muda Cirebon 2026 dipersiapkan sejak Mei mulai dari pendaftaran, seleksi, deep interview mengenai wawasan pariwisata, kebudayaan daerah, dan kepribadian, hingga rangkaian karantina. Selama proses tersebut, Kevin mengikuti pembekalan public speaking, pendalaman budaya Cirebon, hingga unjuk bakat sebelum mencapai malam puncak pada Sabtu (19/9) di Grage City Mall Kota Cirebon.

Berbagai pengalaman mengikuti kegiatan pengembangan diri, bisnis, dan komunitas sosial sebelumnya turut menjadi bekal selama proses seleksi, melatih kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan manajemen waktu selama mengikuti ajang.

Menggabungkan Budaya dan Literasi Keuangan

Peran sebagai Jaka Muda Cirebon kemudian berjalan beriringan dengan tanggung jawab Kevin sebagai Duta Literasi Keuangan OJK. Ketertarikannya pada isu finansial tumbuh dari perhatian terhadap generasi muda yang rentan terhadap gaya hidup konsumtif maupun investasi bodong akibat kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan.

“Bagi saya kombinasi ini sangat menarik, karena pariwisata yang maju butuh dukungan ekonomi yang sehat, dan anak muda yang cerdas finansial akan lebih siap mendukung kemajuan pariwisata lokal secara mandiri,” jelasnya.

Pencapaian tersebut tidak berhenti pada gelar yang diperoleh. Kevin pun berencana menghadirkan program “Smart & Cultural Youth,” kampanye edukasi kreatif dan workshop interaktif di sekolah serta lingkungan kampus di Kota Cirebon. Program tersebut akan menggabungkan pengenalan budaya Kota Cirebon dengan edukasi perencanaan keuangan, seperti kebiasaan menabung, investasi yang aman, hingga cara menghindari pinjaman online ilegal.

“Penghargaan ini bukan cuma sekadar title, tapi bukti kepercayaan yang diberikan kepada saya,” ungkapnya. Melalui program tersebut, ia berharap generasi muda Kota Cirebon dapat tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya memahami dan bangga terhadap budayanya, tetapi juga memiliki kecakapan dalam mengelola keuangan.

Picture of Humas

Humas