
Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU) mendukung terselenggaranya bedah buku What It Takes: Asia Tenggara, Dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global karya Gita Wirjawan. Kegiatan ini berlangsung di Creative Space Gramedia Jalma Pandanaran, Semarang, pada (14/08/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Gita Wirjawan sebagai penulis buku serta Donny Danardono, penulis dan emeritus dosen FHK SCU. Sejumlah dosen FHK hadir dalam forum diskusi yang diikuti masyarakat dan pembaca buku tersebut.
Kehadiran sivitas akademika FHK menjadi bagian dari upaya membuka ruang dialog mengenai berbagai persoalan yang relevan bagi bangsa dan generasi muda.
Asia Tenggara dalam Kesadaran Global
Melalui What It Takes, Gita Wirjawan mengajak peserta untuk melihat Asia Tenggara sebagai kawasan yang memiliki potensi besar dalam perkembangan kesadaran global. Asia Tenggara tidak hanya dipandang sebagai kawasan di pinggiran percaturan dunia.
Diskusi juga membahas perkembangan berbagai negara di kawasan Barat dan Asia Timur. Pengalaman negara-negara tersebut menjadi salah satu bahan refleksi dalam melihat peluang kemajuan Indonesia.
Pembahasan mencakup berbagai persoalan dari sudut pandangan kognitif, ekonomi, sosial-ekologi, hingga politik. Berbagai isu tersebut membutuhkan perhatian dan pemikiran jangka panjang.
Diskusi menjadi relevan di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital. Generasi muda tidak hanya dituntut untuk menerima informasi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menilai, dan mengambil sikap secara bertanggung jawab.
Semangat Generasi Muda di Era Kemudahan Informasi
Semangat tersebut selaras dengan nilai FHK SCU, Communicating Justice HUmanity, yang mendorong sivitas akademika untuk bersikap kritis, humanis, dan peka terhadap persoalan sosial.
Melalui kegiatan bedah buku, FHK SCU memandang proses pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Pertemuan dengan tokoh, gagasan, dan persoalan nyata juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus membuka ruang pertukaran gagasan bagi mahasiswa dan masyarakat. Budaya membaca, berdiskusi, dan berpikir kritis menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengambil peran dalam masa depan bangsa dan kesadaran global.









