
Tim Peneliti Soegijapranata Catholic University (SCU) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menciptakan simulasi gim interaktif yang memvisualisasikan kehidupan Kerajaan Majapahit dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Gim disimulasikan oleh sekitar 100 mahasiswa Program Studi Arsitektur SCU dalam Diseminasi Penciptaan Karya Kreatif “Kecerdasan Buatan Generatif untuk Visualisasi Imersif Kehidupan Era Majapahit” di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan pada Jumat (2/10).
Simulasi Gim
Gim ini mengangkat cerita tentang peran pengawal raja yang disebut bhayangkara. Dalam gim, bhayangkara ditugaskan untuk mengawal perarakan raja pada Festival Bulan Chaitra. Festival ini merupakan semacam perayaan budaya era Kerajaan Majapahit untuk memperingati salah satu bulan dalam kalender Saka Jawa.
Didukung Kemenbud RI melalui hibah dengan skema Dana Indonesiana, proyek ini merupakan kelanjutan riset sejenis dengan luaran visualisasi tokoh-tokoh Kerajaan Majapahit. Gim kemudian merekonstruksi karakter, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat Kerajaan Majapahit.
Rekonstruksi dan Visualisasi
Adapun prosesnya dimulai dengan melakukan pengembangan visualisasi dan teknologi: pengerjaan karakter dan obyek 3 dimensi; pemetaan; lanskap; desain arsitektur; simulasi interaktif. Pengembangan turut didukung dengan kajian budaya dan sejarah untuk memperkuat visualisasi. Hasilnya yaitu aset visual 3 dimensi dan simulasi third-person yang menggambarkan karakter, bangunan, hingga lanskap dalam kehidupan masyarakat Majapahit.
“Sketsa karakter hingga arsitektur bangunan dilakukan berdasarkan relief. Setelah itu, AI membantu menginterpretasikannya dengan software 3D dan kemudian disimulasikan sebagai gim,” jelas Anggota Peneliti, Yonathan Purbo Santoso, S.Kom., M.Sc.
Lebih lanjut, Yonathan menceritakan sejumlah temuan menarik dalam prosesnya. “Kami menemukan bahwa ada relief Candi Penataran yang menggambarkan prajurit Kerajaan Majapahit menggunakan hiasan kepala berbulu. Ini berbeda dengan gambaran umum prajurit Kerajaan Majapahit oleh masyarakat setempat,” terangnya.
Selain itu, Ketua Peneliti, Peter Ardhianto, S.Sn, M.Sn, Ph.D menambahkan tandu berbentuk segitiga yang digunakan raja dalam proses perarakan juga ikut divisualisasikan dalam gim ciptaannya. “Kami menemukan kecocokan bentuk ini dengan tandu kerajaan yang ada di Tiongkok dan India pada periode yang sama,” jelasnya.
Latar Belakang
Peter menjelaskan bahwa pihaknya ingin mengembangkan visualisasi Kerajaan Majapahit, termasuk tokoh-tokohnya. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan representasi kehidupan kerajaan tersebut yang telah ditelusuri dari peninggalan arkeologis.
“Majapahit itu kerajaan besar, tetapi secara visual dan arkeologis agak sulit karena banyak material relief dari bata dan sudah banyak mengalami pelapukan, ” katanya. Ia pun salah satunya memanfaatkan relief candi, seperti Candi Penataran di Kec. Nglegok, Kab. Blitar, Prov. Jatim, sebagai sumber untuk merekonstruksi pakaian, tokoh, aktivitas, hingga lingkungan pada masa kerajaan tersebut berdiri.
Lebih lanjut, Peter menambahkan bahwa diseminasi menjadi tahap uji coba sebelum gim diserahkan kepada Museum Trowulan Mojokerto. “Kami akan serahkan paling lambat 2 bulan sebagai media pembelajaran interaktif di sana,” tuturnya.








