
UPT Perpustakaan Soegijapranata Catholic University (SCU) kembali menyelenggarakan Forum “Talk and Brew” di Lib Cafe, Kampus 1 Bendan pada Jumat (25/9). Mengusung tema “What Does The Internet Know About Us: Memahami Jejak Digital, Privasi, dan Keamanan Data,” forum menghadirkan Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM) SCU, Rosita Herawati, S.T., M.I.T.
Melindungi Data Digital
Dalam kesempatan tersebut, Rosita mengajak dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa SCU untuk mulai mengenali data pribadi digital berikut kiat melindunginya. Ia pun menguraikan ancaman dan risiko yang mungkin didapat dengan hadirnya data pribadi digital. Hal ini mungkin mengingat adanya keperluan untuk mengakses suatu aplikasi maupun layanan digital tertentu.
“Meskipun layanan digital tampaknya gratis, tetapi sebenarnya tidak demikian. Kita harus ‘membayar’-nya dengan data-data pribadi yang kita miliki, kemudian dikumpulkan oleh penyedia layanan digital,” terang Rosita.
Dengan adanya berbagai perangkat mobile. seperti smartphone hingga smartwatch, lanjut Rosita, memungkinkan data pribadi lebih mudah dikumpulkan secara realtime. “Perangkat-perangkat tersebut mencatat semuanya, mulai dari tempat yang dikunjungi, aplikasi yang digunakan, hingga barang yang kita beli. Semuanya meninggalkan rekam jejak digital,” tegas Rosita.
Maka dari itu, ia menegaskan pentingnya melindungi data pribadi digital. Rosita pun menghimbau untuk: berhati-hati dalam membagikan data; mengatur izin aplikasi layanan digital; mengatur keamanan digital berlapis.
Latar Belakang dan Tujuan
Diskusi ini menurut Koordinator Forum “Talk and Brew,” Dellani Putri Pattinaja, S. Hum. berangkat dari keresahan pihaknya akan maraknya kebocoran data pribadi digital. “Sekarang banyak orang-orang menyimpan dokumen penting secara digital dan diunggah sebagai syarat mengakses layanan digital. Penting untuk memastikan kembali sejauh mana pemanfaatannya dan seberapa aman data pribadi,” tuturnya.
Senada dengan itu, Rosita pun melihat relevansi pemahaman ini dengan aktivitas akademik di kampus yang juga memerlukan data pribadi digital dari sesama sivitas akademika. “Karena kita saling membagikan informasi untuk belajar dan memperoleh layanan sebagai komunitas kampus,” tandasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Dellani yang menegaskan pentingnya kewaspadaan ini ditingkatkan di kalangan sivitas akademika. “Harapannya mereka menjadi lebih kritis, bijak, dan aktif dalam mengelola kerahasiaan data pribadinya di dunia maya,” tambahnya.








