
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) Soegijapranata Catholic University (SCU) memperkuat implementasi Outcome-Based Education (OBE) melalui Forum “Bincang Tentang OBE” atau “Bintang OBE.” Kegiatan yang berlangsung di Smart Classroom, Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan, Senin (28/9) tersebut mempertemukan LP3 SCU dengan pengelola fakultas dan program studi dari Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) serta Fakultas Psikologi (FPsi) SCU.
Mereka saling berbagi praktik implementasi kurikulum OBE, termasuk mengidentifikasi hambatan berikut mengonfirmasi proses penerapannya di masing-masing program studi. Diskusi berlangsung interaktif mengingat setiap program studi sedang melakukan penguatan menuju penerapan kurikulum OBE.
Memastikan Capaian Pendidikan dengan Kebutuhan Industri
Kepala LP3 SCU, Prof. Dr. Heny Hartono, S.S., M.Pd. menilai pentingnya implementasi kurikulum ini guna memastikan capaian pendidikan di perguruan tinggi tetap selaras dengan kebutuhan Dunia Usaha/Dunia Industri (DUDI). “Pertanyaan yang muncul mencakup proses penyusunan kurikulum hingga konfirmasi terhadap tahapan implementasi yang telah dilakukan,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Heny menjelaskan bahwa implementasi kurikulum sejalan dengan metode pembelajaran khas SCU, Soegijapranata Learning Model (SLM). Dalam hal ini, khususnya pada proses belajar dan mengajar (learning and teaching). Lebih dari itu, siklus penerapan kurikulum OBE mencakup: Outcome-Based Curriculum (OBC); Outcome-Based Learning and Teaching (OBLT); Outcome-Based Assessment and Evaluation (OBAE). Adapun SLM diterapkan pada tahap OBLT setelah penyusunan kurikulum pada OBC.
Proses menurut Prof. Heny memungkinkan proses penyusunan kurikulum, pembelajaran, serta asesmen berjalan sebagai satu rangkaian untuk mengukur ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). “Hasil asesmen pembelajaran, lanjut Prof. Heny, digunakan untuk melihat capaian pembelajaran dan pada tahapan mana saja yang perlu diperkuat,” katanya.
Mendukung Pengukuran dan Evaluasi CPL
Prof. Heny menjelaskan bahwa penguatan implementasi kurikulum OBE nantinya akan didukung dengan adanya aplikasi “System OBE” yang dapat diakses oleh seluruh program studi. Aplikasi saat ini sedang dalam persiapan dan ditargetkan akan mulai digunakan pada awal 2027 mendatang. Tujuannya untuk membantu program studi dalam mengukur serta mengevaluasi ketercapaian CPL secara lebih terstruktur.
“Dukungan digital tersebut diperlukan untuk memperkuat proses OBE yang selama ini telah berjalan secara konvensional. Asesmen kemudian ditentukan melalui kualitas learning and teaching process dan kualitasnya ditentukan oleh kurikulum. Karena semuanya saling berkesinambungan,” kata Prof. Heny. Namun demikian, ia juga menambahkan bahwa implementasi kurikulum juga diarahkan pada pencapaian keterampilan di luar bidang keilmuan.









