
Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Kuliah Matrikulasi bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 secara daring pada 11–12 September 2026. Kegiatan ini menjadi tahap awal untuk membekali mahasiswa sebelum mengikuti perkuliahan doktoral.
Ketua PDIL SCU, Prof. Dr. Theresia Dwi Hastuti, S.E., M.Si., Ak., CA., CPA., CGAA., menjelaskan bahwa matrikulasi menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu. “Matrikulasi dilakukan untuk menyiapkan mahasiswa yang terdiri dari multidisiplin ilmu dengan membekali mereka ilmu lingkungan dan internalisasi kekhasan PDIL, yaitu kepemimpinan lingkungan,” jelasnya.
Kepemimpinan Lingkungan
Matrikulasi PDIL SCU mencakup 3 mata kuliah: Kepemimpinan Lingkungan oleh Rm. Dr. Ir. Wiryono Priyotamtama, M.Sc, SJ; Isu dan Permasalahan Lingkungan oleh B. Danang Setianto, S.H, LLM., MIL, PhD; Etika dan Manajemen Lingkungan oleh Prof. Theresia.
Ketiga materi memperluas pemahaman mahasiswa terhadap ilmu dan persoalan lingkungan yang banyak dihadapi. Materi yang diberikan juga menjadi pengenalan terhadap pendekatan pembekalan PDIL yang mengintegrasikan berbagai perspektif keilmuan. Pemahaman tersebut kemudian diarahkan pada internalisasi kepemimpinan lingkungan.
“Mahasiswa tidak hanya memahami persoalan lingkungan dari sisi keilmuan, tetapi juga belajar mengambil keputusan dengan mempertimbangkan dampaknya bagi masyarakat dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Prof. Theresia. Bersamaan dengan itu, mahasiswa juga diajak melihat keterkaitan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk merumuskan solusi pembangunan berkelanjutan.
Kesiapan Akademik
Selain pembekalan keilmuan, matrikulasi memperkenalkan mahasiswa pada pola akademik dan perkuliahan; sarana dan prasarana; teknologi pendukung; sistem keuangan, serta berbagai supporting system lainnya.
Prof. Theresia pun menilai respons mahasiswa sangat baik. Menurut keterangannya, mahasiswa yang sebagian berasal dari dunia kerja menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran dan mengajukan pertanyaan yang relevan dengan kebutuhan profesional mereka.
Ia pun berharap mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk mengikuti perkuliahan sekaligus mulai mempersiapkan proposal disertasi. “Pembekalan ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan kompetensi ilmu lingkungan dan kepemimpinan lingkungan yang dapat diterapkan dalam konteks profesional maupun pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.









