
Tiga band Soegijapranata Catholic University (SCU) tampil pada Festival Jazz Kota Lama Semarang (FJKL) 2026. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu-Minggu, 5-6 September 2026, di Gedung Fasad Yayasan Kanisius, Kawasan Kota Lama Semarang, mulai sore hingga malam hari.
Adapun tiga band tersebut: Soegi Band, yang beranggotakan mahasiswa dan dosen; Locomuse, Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi (UKMF-HK), serta; Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (UKMF-ITL). Adapun beberapa lagu yang dibawakan antara lain: Sinaran; Anyam Anyaman Nyaman; Sesaat Kau Hadir; Menghujam Jantungku; Keliru; Karena Cinta, dan; aransemen original karya Soegi Band, Bendan Duwur’s Mood.
Mendukung Festival Kota Lama Semarang
Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Personil Soegi Band, Paulus Angre Edvra, S.I.Kom., M.A. mengatakan bahwa band sempat melakukan tes solfeggio di tengah-tengah penampilan. “Tes Solfeggio bisa membuat kamu berinteraksi lebih dengan penonton,” kata Edvra selepas penampilan.
Dalam praktiknya, penonton diminta menirukan nada yang dimainkan Dosen Program Studi Sastra Inggris sekaligus Gitaris Soegi Band, Y. Yogi Tegar Nugroho, S. Sn., M. A. Edvra pun menyebut momen tersebut adalah hal paling berkesan baginya selama tampil di festival. “Respons penonton sangat antusias dan menambah semangat kami sebagai personil yang sedang tampil di atas panggung,” kesannya.
Edvra menjelaskan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam FJKL Semarang menegaskan komitmen kampus dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus kreativitas generasi muda. “SCU ingin turut menyumbangkan sesuatu dalam festival besar ini, mengingat kampus juga berlokasi di Kota Semarang,” tegasnya.
Kolaborasi antarpihak
Mengusung tema “Unity in Diversity,” festival yang merepresentasikan keberagaman budaya Kota Semarang ini juga turut menghadirkan sejumlah musisi lokal. Beberapa di antaranya seperti Borderline Indonesia dan Nita Aartsen. Selain itu, ada pula penampilan Orchestra dari Surya Vista Orchestra.
Selain pertunjukan musik, festival menghadirkan: Pasar Malam Sentiling; Gowes Wisata Sejarah Semarang; Festival Folklore Kota Lama; Seribu Angklung Berkebaya, dan; Festival Melukis Angklung. Bersamaan dengan itu, para pelaku UMKM lokal juga turut dilibatkan untuk memasarkan produk mereka guna menggerakkan sektor perekonomian dan pariwisata di Kawasan Kota Lama Semarang.
Dilansir Kemenpar RI, Ketua Panitia Festival Kota Lama Semarang, Agus Suryono, menyebut pentingnya kerja sama pemerintah, komunitas, maupun masyarakat dalam mendukung festival. “Bukan sekadar tentang pertunjukan seni semata, tetapi bagaimana masyarakat dapat terlibat aktif dan ikut menjaga kekayaan budaya Kota Semarang,” ujarnya.








