LPPM SCU Soroti Pentingnya Etika Penelitian dalam Upaya Peningkatan Kualitas Riset

LPPM SCU Soroti Pentingnya Etika Penelitian dalam Upaya Peningkatan Kualitas Riset

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Ethical Review dengan menghadirkan Center for Bioethics and Medical Humanities Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis – Jumat, 9 – 10 April 2026. Diikuti oleh para dosen yang tergabung dalam Komite Etik Penelitian, pelatihan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman prinsip etika penelitian sekaligus meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan penilaian etik terhadap proposal penelitian di lingkungan kampus.

Di samping itu, Kepala LPPM SCU, Dr. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, SH, MHum menilai pentingnya peran pelatihan ini dalam meningkatkan kualitas penelitian di lingkungan universitas. Menurutnya, peningkatan kualitas penelitian tidak hanya dilihat dari sisi metode, prosedur, maupun hasil penelitian, melainkan juga dari sejauh mana penelitian tersebut memenuhi standar etika dan tidak membahayakan pihak yang terlibat.

“Filosofinya adalah bagaimana penelitian kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga memenuhi aspek etika. Penelitian harus dipastikan tidak mengancam atau membahayakan pihak lain serta tetap mematuhi prinsip-prinsip etika yang berlaku,” jelas Dosen Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) SCU tersebut.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan akan kajian etik penelitian saat ini terus meningkat baik di kalangan dosen maupun mahasiswa. Maka dari itu, pelatihan ini menurutnya penting untuk memastikan kapasitas dosen dalam melakukan kajian etik terhadap proposal penelitian.

Mereka pun didorong bukan hanya memberikan izin etik, melainkan juga memantau pelaksanaan penelitian. “Proposal yang diajukan bisa saja bagus, tetapi dalam praktiknya belum tentu dijalankan sesuai protokol. Karena itu, ke depan kami juga ingin melakukan pemantauan agar penelitian benar-benar dilaksanakan sesuai dengan proposal etik yang telah disetujui,” tambah Dr. Yustina.

Adapun para dosen dibekali mulai dari prinsip dan nilai dasar etika penelitian, kelompok rentan dalam penelitian, hingga prosedur penilaian secara etik. Selain itu, para dosen juga diberikan pemahaman mengenai pelanggaran etika penelitian, penilaian risiko dan manfaat penelitian, serta etika dalam pengelolaan biobank dan spesimen biologis. Pelatihan juga menghadirkan diskusi kasus, focus group discussion, hingga simulasi rapat komite etik yang memungkinkan peserta mempraktikkan secara langsung proses penilaian proposal penelitian.

Picture of Humas

Humas