Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan (RIL), Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL), Soegijapranata Catholic University (SCU) berkunjung ke Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII) pada Jumat, 13 Maret 2026.
Kunjungan tersebut dalam rangka melakukan studi banding yang bertujuan untuk memperkuat pengembangan program studi di bidang akademik. Adapun khususnya terkait pengembangan kurikulum pembelajaran serta fasilitas laboratorium yang mendukung proses pembelajaran dan penelitian di bidang teknik lingkungan.
Sebanyak 5 dosen Program Studi RIL SCU diterima langsung oleh Ketua Program Studi Teknik Lingkungan UII, Ir. Any Juliani, ST, MSc (ResEng), PhD. dan Kepala Departemen Teknik Lingkungan, Dr. Eng. Ir. Awaluddin Nurmiyanto, ST, MEng, IPM. Keduanya mengajak para dosen RIL SCU untuk melihat langsung berbagai fasilitas yang dimiliki Program Studi Teknik Lingkungan UII, termasuk fasilitas laboratorium yang digunakan untuk kegiatan praktikum dan penelitian.
Salah satu fasilitas unggulan yang dikunjungi adalah Laboratorium Kualitas Lingkungan Teknik Lingkungan UII yang telah terakreditasi Standar ISO/IEC 17025 sejak 2010 oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Selain kunjungan fasilitas, kegiatan studi banding juga diisi dengan sesi berbagi praktik baik penerapan kurikulum yang selaras dengan standar akreditasi internasional, khususnya Accreditation Board for Engineering and Technology (ABET) dan Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE).
“Program Studi Teknik Lingkungan UII membagikan pengalaman mereka dalam merancang dan menerapkan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, termasuk pengalaman dalam masa transisi dari kurikulum lama menuju kurikulum baru,” tutur Ketua Program Studi RIL SCU, B.Y. Arya Wastunimpuna, ST, MArs.
Lebih lanjut, Arya menilai kunjungan ini memberikan banyak wawasan bagi pihaknya dalam mempersiapkan peralihan dan pengelolaan masa transisi kurikulum. Di sisi lain, pengalaman Program Studi Teknik Lingkungan UII dalam mengembangkan fasilitas laboratorium secara bertahap menurutnya juga menjadi contoh praktik baik yang bisa diadaptasi. “Kami saat ini sedang dalam proses penyusunan kurikulum baru, sehingga referensi dari UII sangat berharga dalam merancang kurikulum yang lebih adaptif, terstruktur, dan selaras dengan standar pendidikan teknik internasional,” lanjutnya.
Pihaknya pun berharap studi banding ini mampu memperkuat pengembangan program studi sekaligus membuka peluang kerja sama di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang rekayasa infrastruktur dan lingkungan,” tambah Arya.









