Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Soegijapranata Catholic University (SCU) dan Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyelenggarakan Sosialisasi Hibah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangka menawarkan hibah penelitian melalui skema Riset Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). Sosialisasi yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 30 Januari 2026 tersebut ditujukan kepada para dosen di lingkungan perguruan tinggi anggota APTIK. Para dosen mendapatkan arahan pengajuan proposal penelitian dari Direktur Pendanaan Riset dan Inovasi BRIN Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D.
Adanya skema hibah penelitian RIIM merupakan upaya BRIN dalam mendorong sinergi riset nasional. Adapun bidang riset utama yang bisa diajukan oleh para dosen melalui skema RIIM di antaranya kesehatan, energi, pangan, bahasa, sastra, dan arkeologi.
Seperti pada tahun sebelumnya, BRIN membuka 3 periode pengusulan proposal penelitian pada April, Agustus, dan Desember 2026 mendatang. Setelah menyeleksi proposal, BRIN akan mengumumkan penerima hibah penelitian gelombang pertama pada April 2026.
Sekretaris LPPM SCU, Paulina Rini Hastuti M.Si., Akt. menyampaikan harapannya agar semakin banyak proposal penelitian berkualitas yang tidak hanya diajukan tapi berhasil didanai. “Harapannya perguruan tinggi di lingkungan APTIK bisa semakin menghasilkan riset yang berdampak untuk masyarakat luas baik di indonesia maupun dunia,” harapnya.
Hal yang sama juga disampaikan Koordinator Jaringan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Aptik Prof.Dr.dr Yuda Turana, Sp.S(K). Pihaknya pun berharap para dosen dapat menghasilkan riset yang mempunyai kebermanfaatan dan berdampak besar, khususnya bagi Indonesia. “Pertemuan kali ini pun diharapkan dapat membuka gagasan para dosen, untuk nantinya bisa memajukan Indonesia menuju generasi emas yang unggul melalui riset dan penelitian,” tandasnya. (Humas SCU/Lintang)









