
Dosen Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Soegijapranata Catholic University (SCU), Dr. Ir. Lindayani, MP, membagikan risetnya tentang inovasi minuman fermentasi dari buah lokal dalam acara “Talk and Brew” yang diselenggarakan UPT Perpustakaan SCU di Lib Cafe, Kampus 1 SCU Bendan pada Kamis, 29 Januari 2026.
Minuman fermentasi yang telah dikembangkan sejak 2015 tersebut menurut keterangan Dr. Lindayani dapat dibuat secara sederhana, bahkan di tingkat rumah tangga sekalipun, selama buah yang difermentasi memiliki kadar gula yang tinggi. “Sehingga tidak terbatas pada anggur saja (wine), karena biasanya identiknya di sana. Padahal, banyak buah lokal seperti timun, melon, nanas, mangga, hingga pisang yang bisa difermentasi menjadi minuman,” terangnya.
Inovasi yang diciptakan Dr. Lindayani ini berangkat dari keprihatinannya terhadap melimpahnya jumlah buah lokal saat musim panen yang kerap terbuang. Melalui proses fermentasi, buah-buah tersebut menurut Dr. Lindayani dapat diolah menjadi minuman dengan nilai tambah. “Alkoholnya tidak ditambahkan, karena merupakan proses alami dari hasil kerja mikroorganisme yang memecah gula,” tambah Dr. Lindayani.
Dalam kesempatan ini, Dr. Lindayani juga mengajak para peserta yang merupakan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan SCU untuk mencicipi produk minuman fermentasi buatannya.
Talk and Brew
Kepala UPT Perpustakaan SCU, Melani Adirati, S.Hum, MA, menjelaskan bahwa pihaknya ingin menghidupkan suasana perpustakaan menjadi ruang belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan melalui diskusi penelitian dosen. “Kami ingin perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku atau mencari referensi, tetapi juga ruang diskusi yang hidup, tempat sivitas akademika bisa bertemu langsung dengan dosen dan peneliti,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pihaknya pun berharap Talk and Brew dapat menjadi wadah berkelanjutan bagi dosen untuk membagikan riset dan pengalaman mereka secara luas. Kegiatan ini pun rencananya akan rutin diselenggarakan tiap bulan. “Riset tidak hanya berhenti di buku atau jurnal, tetapi bisa langsung dibagikan, didiskusikan, dan dimanfaatkan,” tambah Melani.