Penerapan retribusi elektronik (eretribusi) di pasar tradisional Semarang, dianggap sebagai terobosan yang mampu mendongkrak pendapatan asli daerah. Meski demikian, pelaksanaan pembayaran retribusi secara nontunai tersebut bukan tanpa kekurangan karena tidak semua pedagang, terutama warga lansia paham akan penguasaan teknologi. Pengamat ekonomi Unika Soegijapranata Semarang, Prof Andreas Lako menilai, penerapan transaksi nontunai, khususnya dalam pembayaran retribusi… Continue reading KEBIJAKAN : Penerapan Retribusi Elektronik Belum Menyeluruh