JAKARTA (HN) -Rencana peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan kereta cepat pada 21 Januari 2016 dinilai terburu-buru. Pasalnya, studi kelayakan (feasibility study) pembangunan belum rampung. Pengamat transportasi Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno mengatakan, pembuatan studi kelayakan perkeretaapian tidak semudah membalikkan telapak tangan. Studi pembangunan jaringan kereta Trans Papua saja, kata dia, membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai… Continue reading Studi Kelayakan KA Cepat belum Rampung