Upacara Penghormatan Terakhir untuk Mendiang Mantan Rektor dan Guru Besar SCU, Budi Widianarko, Diselimuti Suasana Haru

Upacara Penghormatan Terakhir untuk Mendiang Mantan Rektor dan Guru Besar SCU, Budi Widianarko, Diselimuti Suasana Haru

Kapel St. Ignatius, Kampus 1 Soegijapranata Catholic University (SCU) Bendan diselimuti suasana haru pada Kamis pagi, 12 Februari 2026. Segenap sivitas akademika SCU memberikan penghormatan terakhir sekaligus melepas kepergian mendiang Mantan Rektor Periode 2009-2017, Prof. Dr. Ir. Yohanes Budi Widianarko, M.Sc sebelum dihantarkan ke peristirahatan terakhir di Krematorium Gotong Royong Ambarawa. Guru Besar Bidang Ekologi dan Keamanan Pangan tersebut sebelumnya telah berpulang pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Penghormatan terakhir kepada mendiang diberikan dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Rm. Petrus Sunu Hardiyanta, SJ, Rm. Paulus Wiryono Priyotamtama, SJ, Rm. Marcellinus Tanto, Pr, Rm. Stanislaus Ferry Sutrisna, Pr, dan Rm. Sbastianus Prasetya Aditama N, Pr.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, S.T, M.Comp.IT, Ph.D mengucapkan bela sungkawa yang sedalaProf. Budi m-dalamnya atas kepergian mendiang. “Kita tahu banyak tentang Prof. Budi, seperti apa inspirasi dan kontribusinya terhadap institusi, hingga SCU berkembang dan menjadi seperti sekarang ini. Semoga warisan dan keutaman nilai beliau bisa kita teruskan,” tuturnya dalam sambutan. Prof. Budi sendiri dikenal sebagai pribadi yang hangat, merangkul, dan rendah hati.

Keilmuan dan Kepakaran

Sebelum menjalani perutusan sebagai akademisi, Prof. Budi menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, serta meraih gelar magister (S2) dan doktoral (S3) di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda di bidang Toksikologi Lingkungan. Perjalanan akademik tersebut mengantarkannya menjadi salah satu pakar nasional di bidang ekologi, keamanan pangan, dan toksikologi lingkungan.

Ia pun kerap menuangkan keresahannya terhadap isu lingkungan melalui buku yang ia tulis. Perhatian Prof. Budi dalam isu tersebut juga disampaikan oleh Rm. Wiryono. “Prof. Budi selalu mengajak saya untuk mengambil posisi batin mengenai kasus dan isu lingkungan. Salah satu bukunya yang berjudul ‘Ekologi Positif unuk Kebahagiaan’ membawa inspirasi, menunjukkan bahwa selalu ada harapan di tengah tantangan krisis iklim yang terjadi,”  ungkap Ketua Pengurus Yayasan Sandjojo tersebut, yayasan yang menaungi SCU.

Rekam Jejak

Prof. Budi telah menjalani perutusan sebagai dosen di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) sejak bergabung menjadi keluarga SCU pada 1994. Ia pun berkesempatan menduduki jabatan sebagai Dekan Pertama FTP pada 1995-2005. Saat masih menjabat sebagai dekan, beliau dikukuhkan menjadi guru besar, tepatnya pada 2002. Ia juga sempat menjabat sebagai Pembantu/Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama pada 2001-2008. Hingga akhir masa hidupnya, Prof. Budi tetap setia berkarya sebagai Ketua Rumpun Integritas dan Keamanan Pangan FTP, Sekretaris Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL), serta Direktur Eksekutif Yayasan Sandjojo.

Sementara, di luar kampus, dirinya aktif di berbagai organisasi dan lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Ia adalah Ketua Pengurus Nationwide University Network in Indonesia (NUNI), anggota International Working Group the Water Dialogues, Koordinator Jaringan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK), anggota Dewan Riset Jawa Tengah, anggota Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota Semarang, Dewan Pengawas Yayasan Pangudi Luhur, serta Dewan Pembina di Yayasan Obor Tani, Purba Danarta, dan Bintari.

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp