
Tim mahasiswa Program Studi Akuntansi Soegijapranata Catholic University (SCU) berhasil meraih Juara 3 dalam ajang MonSoonSIM National Accounting Challenge 2025 gelaran Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi (HMPSA) UNPAR Bandung pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Mereka adalah Caryn Cecilia Subandi (Alumna SMAN 1 Surakarta), Berlian Deswita M. (Alumna SMAN 1 Ungaran), Vincentia Viona N. (Alumna SMA Kolese Loyola Semarang), Selly Zalfa I. (Alumna SMAN 15 Semarang), dan Angellina Sandra S. (Alumna SMA Tritunggal Semarang).
Angellina menjelaskan bahwa ajang ini merupakan kompetisi simulasi bisnis berbasis Enterprise Resource Planning (ERP), yaitu sistem terintegrasi yang digunakan perusahaan untuk mengelola proses operasional bisnis, seperti keuangan, penjualan, persediaan, produksi, hingga layanan pelanggan dalam satu platform yang disebut MonSoonSIM.
Platform berbasis cloud dan gamifikasi tersebut menyimulasikan bisnis dengan menjalankan perusahaan virtual, termasuk membuat keputusan strategis di berbagai fungsi manajemen (keuangan, pemasaran, operasi, dan SDM), serta bersaing dalam lingkungan yang menyerupai bisnis nyata. Tujuan platform ini yaitu untuk mempraktikkan teori manajemen bisnis secara konkret sekaligus mengembangkan keterampilan dalam pengambilan keputusan.
Angellina dan timnya berperan sebagai manajer yang harus mengambil keputusan strategis berdasarkan data dan kondisi bisnis yang dinamis. “Kompetisi ini membutuhkan perencanaan strategi dan setiap keputusan yang diambil pada setiap rondenya mempengaruhi kinerja bisnis, seperti laba, market share, serta indikator lainnya yang dinilai melalui scoring matrix. Matriks ini yang dibandingkan untuk menentukan pemenang,” jelas Angellina.
MonSoonSIM menurut keterangan Caryn kerap digunakan dalam proses pembelajaran dalam Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen, di program studinya. Hal inilah yang menjadi latar belakang keikutsertaannya dan tim dalam kompetisi. “MonsoonSIM merupakan media yang tidak hanya membantu memahami proses bisnis, melainkan juga membuat pembelajaran jadi lebih menarik dan menyenangkan,” tandasnya.
Sejalan dengan itu,keikutsertaan dalam kompetisi ini dinilainya sebagai bentuk pendalaman materi pembelajaran, di samping mengolah kemampuan analisis dan pengambilan keputusan bisnis. Maka dari itu, peran dosen pembimbing menjadi penting dalam proses mempersiapkan perlombaan. “Persiapan yang hanya seminggu membuat kami harus mengatur waktu seefektif mungkin untuk berlatih dan mempelajari modul baru di sela-sela perkuliahan,” tambah Viona.
Semenatara bagi Selly, keikutsertaannya dan tim dalam kompetisi ini merupakan pengalaman yang berharga dan dinilainya menjadi kesempatan dalam mengembangkan potensi. “Ini menjadi motivasi dan kami terbuka dengan peluang ajang sejenis ke depannya,” tandasnya.