SCU dan LPUBTN KAS Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Buruh, Petani, dan Nelayan

SCU dan LPUBTN KAS Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Buruh, Petani, dan Nelayan

Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Lembaga Pengembangan Usaha Buruh Tani dan Nelayan (LPUBTN) Keuskupan Agung Semarang (KAS) secara resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan pada Rabu, 11 Maret 2026. MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor SCU, Ir. Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST, MCompIT, PhD bersama Koordinator LPUBTN KAS, Cecillia Isti Sumiwi, SH.

Kerja sama ini bertujuan memperluas peluang kolaborasi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, penelitian, serta penyelenggaraan pelatihan, pendampingan, workshop, dan seminar. Fokus kegiatan mencakup bidang teknologi informasi, teknologi pangan, lingkungan, serta pengelolaan keuangan UMKM yang menyasar kelompok buruh, petani, dan nelayan.

Perhatian pada Kelompok Marjinal

Robertus menegaskan bahwa hubungan pihaknya dengan LPUBTN sebenarnya telah terjalin lama melalui berbagai program pengabdian masyarakat. Ia menyebut bahwa MoU ini hanya memperkuat kerja sama yang selama ini telah berjalan secara konsisten. “Kerja sama kita sebenarnya sudah sangat lama dan sudah berjalan bertahun-tahun. Kita sudah sering bekerja bersama melalui berbagai program yang saling mendukung,” ujarnya.

Menurutnya, kesamaan perhatian kedua belah pihak pada kelompok marjinal menjadi dasar kuat bagi kerja sama tersebut. “Kami sama-sama berada dalam semangat pelayanan sosial yang menaruh perhatian pada buruh, petani, dan nelayan. Karena itu sinergi ini diharapkan dapat semakin memperkuat karya bersama untuk ekonomi kerakyatan,” lanjutnya.

Robertus juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan kerja sama, sejumlah fakultas di SCU turut terlibat, antara lain Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Teknologi Pertanian (FTP), Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan (FITL), serta Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM).

Gerakan Sosial Buruh, Tani, dan Nelayan

Memiliki sejarah panjang dalam gerakan sosial ekonomi masyarakat kecil di Indonesia, Cecillia menjelaskan lembaganya lahir dari gerakan sosial yang berfokus pada pemberdayaan kelompok buruh, petani, dan nelayan. “Lembaga ini sejak awal memang hadir untuk melayani gerakan buruh, petani, dan nelayan agar kualitas hidup mereka meningkat,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan lembaganya menekankan pada pendampingan jangka panjang. Dalam banyak kasus, LPUBTN KAS mendampingi suatu wilayah hingga lebih dari satu dekade agar perubahan sosial dan ekonomi yang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan. Adapun beberapa modelnya antara lain melalui kampung buruh, kampung nelayan, serta kawasan pemberdayaan petani. Program-program tersebut memadukan pendidikan, solidaritas sosial, serta penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Sejalan dengan itu, Cecillia menilai kerja sama dengan perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas program pemberdayaan yang dilakukan. Pihaknya pun berharap dapat memperoleh dukungan keilmuan sekaligus keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat. “Kami sangat membutuhkan keterlibatan perguruan tinggi. Kehadiran dosen dan mahasiswa akan sangat membantu, baik dalam penelitian maupun dalam proses pendampingan masyarakat,” katanya.

Picture of Humas

Humas