Pendampingan SCU Perkuat Dukungan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK-K

Pendampingan SCU Perkuat Dukungan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIPK-K

Soegijapranata Catholic University (SCU) melalui Lembaga Pengembangan Mahasiswa dan Alumni (LPMA) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi dan Monitoring Mahasiswa Penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) secara daring pada Jumat, 30 Januari 2026. Diikuti sekitar 129 mahasiswa SCU penerima Beasiswa KIP-K, kegiatan ini merupakan bentuk pendampingan berkelanjutan terhadap mahasiswa penerima bantuan pendidikan tersebut. Mereka mendapatkan pendampingan langsung dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni SCU, Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E, M.Si serta pengelola LPMA SCU.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Berta mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan forum ini sebagai ruang komunikasi dengan kampus. Ia pun menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara mahasiswa dengan program studi, dosen, maupun LPMA. Pihaknya pun sangat terbuka untuk membantu mahasiswa. “Barangkali semisal ada kesulitan dan kendala baik akademik maupun non-akademik, bisa dikomunikasikan dengan kampus melalui program studi untuk mencari solusi,” katanya kepada mahasiswa.

Lebih lanjut, Prof. Berta juga mendorong mahasiswa bisa mengembangkan diri melalui keterlibatan dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Organisasi Mahasiswa (Ormawa), kepanitiaan, maupun kegiatan pengembangan diri dan soft skill lainnya. “Untuk teman-teman mahasiswa yang tidak mengalami kendala maupun kesulitan, bisa ditambah keaktifannya dalam kegiatan kemahasiswaan, seperti UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) atau Ormawa (Organisasi Mahasiswa),” tambahnya. Menurutnya, hal ini penting untuk membentuk karakter serta kepemimpinan guna mempersiapkan diri terjun ke dunia kerja.

Berdasarkan data LPMA, jumlah mahasiswa penerima KIP-K di SCU pada semester genap berjalan tahun akademik 2025/2026 sebanyak 194 mahasiswa, dengan rincian angkatan 2022 sebanyak 48 mahasiswa, angkatan 2023 sebanyak 51 mahasiswa, angkatan 2024 sebanyak 56 mahasiswa, dan angkatan 2025 sebanyak 39 mahasiswa.

Kegiatan evaluasi dan monitoring ini menurut Prof. Berta menjadi sarana refleksi kampus dalam mengidentifikasi tantangan yang dihadapi mahasiswa dalam studi, sekaligus upaya memastikan bahwa bantuan KIP-K benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberhasilan akademik. “Harapannya teman-teman (mahasiswa) bisa menyelesaikan studi tepat waktu, sambil selama itu bisa mengembangkan diri di kampus,” ungkapnya.

Picture of Humas

Humas