Pameran Lukis Gelaran SCU dan Wopanco Perkuat Identitas Seniman Perempuan Semarang

Pameran Lukis Gelaran SCU dan Wopanco Perkuat Identitas Seniman Perempuan Semarang

Sebanyak 32 lukisan karya 16 pelukis perempuan anggota Woman Painter Community (Wopanco) Semarang dipamerkan dan dilelang dalam Pameran “Spektra: Warna-Warni Jiwa” gelaran Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Soegijapranata Catholic University (SCU) di Selasar Fransiskus Asisi, Kampus 2 SCU BSB pada 13-19 Desember 2025. Pameran ini merupakan luaran program pemberdayaan komunitas seni lukis perempuan, Wopanco, di Kota Semarang oleh Tim PKM SCU melalui Skema Hibah Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) Kemendiktisaintek RI.

Adapun Tim PKM tersebut diketuai Dosen Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD), Arwin Purnama Jati, S.Sn., M.A, dengan anggota Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Chatarina Yekti Prawihatmi, S.E, M.Si, dan Dosen Fakultas Ilmu Komputer (FIKOM), Dr. Shinta Estri Wahyuningrum, S.Si, M.Cs.

Pameran dan Lelang Karya Seni

Arwin menjelaskan setiap anggota Wopanco membuat 2 karya lukis, yang semuanya mempunyai karakter yang beragam. “Karakter lukisannya bermacam-macam, ada yang kartun, realis, simbolis, sampai yang feminin seperti bunga-bunga. Mereka tidak dibatasi satu gaya, karena di sini perempuan dibebaskan untuk mengekspresikan diri,” tuturnya.

Dalam pameran ini, sistem penjualan karya telah terintegrasi secara digital melalui katalog berbasis QR Code. “Harga karya sudah ada di katalog dan semuanya terhubung dengan website. Jadi pengunjung bisa langsung melihat informasi komunitas dan karya melalui link tersebut,” lanjut Arwin. Harga karya yang ditampilkan pun bervariasi, antara 500 ribu sampai 5 juta, menyesuaikan pengalaman dan karakter masing-masing seniman.

Peluncuran Platform Digital

Bersamaan dengan pameran, turut diluncurkan Website Resmi Wopanco, wopancoart.com, yang juga merupakan luaran program PKM. Platform digital tersebut dirancang untuk mendukung dokumentasi dan katalog karya serta menciptakan sistem penjualan berbasis QR Code yang terintegrasi.  “Tidak hanya pameran, tapi kami juga membuat website interaktif untuk membantu strategi pemasaran yang lebih baik di masa depan,” kata Arwin.

Selain menguatkan adaptasi pada perkembangan teknologi, adanya kanal ini juga diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran karya anggota Wopanco ke kancah internasional. “Harapannya bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi, nasional maupun global, supaya terlihat bahwa ada komunitas seni perempuan yang berkontribusi terhadap dinamika seni di Indonesia,” ungkap Arwin.

Rangkaian Program PKM

Sebelumnya, Arwin bersama timnya juga menyelenggarakan Pelatihan Kompetensi Artistik bersama Seniman Lukis, Didik Wahyu Setiawan pada 8 November 2025 di Gedung Henricus Costant, Kampus 1 SCU Bendan. Pelatihan ini menekankan pendalaman konsep kreatif, eksplorasi teknik akrilik, serta penguatan karakter visual karya untuk anggota Wopanco.

Kemudian, diselenggarakan juga Pelatihan Manajemen Penilaian Produk bersama Praktisi Manajemen Digital, Yimmy Iskandar Tedjasusila, S.T, M.B.A, M.Th, didukung Pelatihan Fotografi bersama Arwin, pada 15 November 2025 di Laboratorium Kewirausahaan (KWU) FEB SCU, Gedung Justinus, Kampus 1 SCU Bendan. Pelatihan ini merupakan rangkaian pembuka program PKM yang bertujuan membekali para anggota Wopanco dengan pemahaman standar kualitas produk dan strategi pemasaran digital, didukung pelatihan fotografi karya untuk kepentingan promosi.

Dilakukan pula penguatan wawasan kuratorial bersama Kurator Nasional, Dr. Mikke Susanto melalui Seminar Kuratorial dan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada 21 November 2025. Forum ini memperluas pemahaman anggota Wopanco tentang manajemen seni dan kuratorial, perumusan narasi visual, serta penajaman dan penyajian karya dalam penyelenggaraan pameran seni.

Tujuan, Capaian, Harapan

Arwin menjelaskan program PKM yang telah dimulai sejak November 2025 tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas seniman perempuan, khususnya di Kota Semarang. “Pameran ini sebenarnya adalah salah satu keluaran PKM sebagai upaya untuk menguatkan identitas dari komunitas (Wopanco) dan pemberdayaan komunitas seni,” ujarnya.

Ia pun menilai pentingnya pendampingan untuk Wopanco sebagai satu-satunya komunitas seni lukis perempuan di Kota Semarang untuk menguatkan ekosistem seni rupa lokal. “Semoga program ini mampu memperkuat posisi Wopanco sebagai komunitas seni lukis perempuan pertama dan satu-satunya di Semarang, sekaligus mendorong kontribusi nyata seniman perempuan dalam pengembangan seni rupa dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan,” harapnya.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp