Logo Soegijapranata Catholic University (SCU) White
Search...
Close this search box.

Kelengkapan APD dan Penularan Covid-19

SM 17_04_2020 Kelengkapan APD dan Penularan Covid-19

Oleh Edward Hartono

SAAT ini kita sedang berperang menghadapi Covid-19, terutama tenaga medis yang bertugas di garda terdepan. Dalam setiap peperangan tak lupa kita harus mempunyai pertahanan dan senjata yang mumpuni. Pertahanan yang memadai adalah alat pelindung diri (APD), mulai dari yang sederhana seperti masker dan sarung tangan, sampai peralatan lengkap coverall/ hazmat atau pakaian astronot yang tertutup rapat, hingga sesama dokter tidak bisa saling mengenali, meskipun bersebelahan. Namun tidak semua fasilitas kesehatan siap akan APD yang dibutuhkan.

Dengan keterbatasan APD di berbagai fasilitas kesehatan sekelas rumah sakit umum maupun swasta, APD yang ada harus dipergunakan sebaik-baiknya. RS apa pun dengan tipe umum atau khusus maupun RS dengan kelas mulai dari D sampai Atentu telah memiliki protokol pemakaian APD yang tertuang dalam tatanan atau standar Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), yang menjadikan setiap rumah sakit siap menghadapi berbagai keadaan yang sewaktu-waktu terjadi seperti saat ini, Covid-19.

Bagaimana dengan sumber penularannya? Salah satu sumber penularan ke tenaga medis adalah di ruang ganti baju APD. Hal ini sangat miris, bukan? Terpapar infeksi bukan pada saat berperang, tetapi pada saat kondisi para tenaga medis ini sedang lengah.

Penggunaan APD memang dapat menghindari para tenaga medis tertular dari pasien, tetapi serangan virus dari pasien yang sakit secara terus-menerus di lingkungan kerja tenaga medis serta keterb atasan pergerakan akibat tenag a medis menggunakan APD yang berat, menyebabkan tenaga medis cepat lelah, sehingga daya imunitas menurun dan sering lalai dalam tata cara yang aman saat melepas APD.

Dengan daya imunitas tenaga medis yang menurun akibat bekerja tanpa lelah, juga menyebabkan kondisi menjadi rentan dan tidak mampu melawan Covid-19, meskipun telah memakai APD. Karena itu, menjaga imunitas tubuh supaya tetap stabil perlu diperhatikan secara konsisten melalui asupan gizi seimbang, cukup istirahat, suplemen tambahan seperti vitamin.

Faktor yang Berperan

Tentu masih ada beberapa faktor yang berperan untuk dapat mengantisipasi penularan, baik internal maupun eksternal rumah sakit, di mana rumah sakit merupakan suatu organisasi multiprofesi dan tentu multikarakter yang harus tetap mempertahankan mutu, dibantu tim manajemen dan Komite Medik maupun Komite Keperawatan dan tenaga kesehatan lain. Komite Medik dan komite lainnya wajib mengingatkan jajarannya untuk mematuhi semua kebijakan dan selalu melakukan sosialisasi, implementasi, dan evaluasi secara berkesinambungan. Hal tersebut merupakan faktor internal RS untuk dapat mengantisipasi Covid- 19.

Faktor eksternal lain yang dapat berperan adalah para akademisi, baik di lingkup medis maupun nonmedis. Seperti halnya Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata yang turut mengambil bagian dalam kondisi saat ini.

Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata seperti layaknya dalam peperangan, mengambil peran mengumpulkan dana dari pihak ketiga dan menyiapkan logistik dalam bentuk hazmat, face-shield, dan hand sanitizer.

Setelah terkumpul, selanjutnya didistribusikan ke seluruh puskesmas di wilayah Kota Semarang. Selain itu, turut serta memberikan penyuluhan dan resosialisasi pemakaian atau pelepasan APD secara baik dan benar di RS. Aktivitas ini dilakukan oleh tim FK Unika Peduli ke RS Bhakti Wira Tamtama, RS Bhayangkara, dan RS Akpol.

Perlu juga penyegaran kembali bagi para pengguna APD yang harus melakukan pemakaian dan pelepasan APD sesuai urutan, serta tetap melakukan cuci tangan 6 langkah setiap tahap pelepasan APD. Suatu hal yang sederhana, namun sangat berguna dalam memutus rantai penyebaran Covid- 19.

Dengan kepedulian tersebut diharapkan ikut membantu seluruh teman yang berjuang di garda terdepan. Semoga perjuangan melawan Covid-19 dapat segera berakhir secara cepat dengan hasil yang happy ending. (37)

Edward Hartono, dosen Fakultas Kedokteran Unika Soegijapranata.

https://www.suaramerdeka.com/news/opini/226232-kelengkapan-apd-dan-penularan-covid-19, Suara Merdeka 17 April 2020 hal. 4

Tag

Facebook
Twitter
LinkedIn
Email
WhatsApp
Kategori
Nih jawaban buat kalian yang masih bingung benefit beasiswa masuk di SCU dan biaya kuliahnya yang affordable. Kalau udah paham langsung gassss yaa! 

Daftar online
pmb.unika.ac.id 

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Selamat merayakan Hari Raya Idul Adha 1445 H ✨

#IdulAdha
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Gak usah galau SNBT ah, goyangin aja bareng D”CEMESH yuk 🤭

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Mau punya dosen asik - asik + suasana kuliah yang joyful? Yuk, buktikan sekarang!

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Namanya proses ada aja lika likunya, tapi jangan sampai salah pilihan, karna hanya SCU yang nyenengin ☺️ 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Hola ✨ yuk manfaatkan kesempatan mendapatkan Beasiswa Christian Youth di SCU. 

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#BeasiswaKuliah
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
Kuliahnya seasik ini di @dkvscu, tempat yang tepat buat explore kreativitasmu 🫰

Daftar online
pmb.unika.ac.id

#DKV
#PTSTerbaikJawaTengah
#JoyfulCampus
#JoyfulLearning
This error message is only visible to WordPress admins
There has been a problem with your Instagram Feed.

Share:

More Posts

Send Us A Message