
Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan (PDIL) Soegijapranata Catholic University (SCU) antusias mengikuti Writing Camp yang diselenggarakan program studi pada Kamis, 23 Januari 2026 di Lib Cafe, Gedung Thomas Aquinas, Kampus 1 SCU Bendan. Forum ini menghadirkan dua Guru Besar SCU, Prof. Dr. Ridwan Sanjaya, S.Kom, S.E, MS-IEC (Guru Besar Fakultas Ilmu Komputer SCU) dan Prof. Dr. Ir. Y. Budi Widianarko, MSc (Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian SCU).
Materi dan Sampaian
Keduanya mendampingi mahasiswa dalam persiapan hingga proses menyusun disertasi. Prof. Budi memberikan panduan praktis penulisan, termasuk penentuan topik, penyusunan tinjauan pustaka, dan strategi memulai penulisan. Sementara, Prof. Ridwan membagikan tips dan trik dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah mulai dari kiat mencari jurnal ilmiah terakreditasi dan bereputasi serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam penulisan karya ilmiah.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Budi menekankan karakter disertasi sebagai karya ilmiah yang harus memberikan sumbangan pengetahuan baru. Oleh karena itu, mahasiswa didorong untuk merumuskan kontribusi ilmiah yang kuat. “Mahasiswa penting untuk memastikan bahwa topik yang diangkat benar-benar memberikan nilai tambah bagi ilmu pengetahuan,” tegas Sekretaris PDIL SCU tersebut.
Berbagai topik penelitian mahasiswa yang dibahas dalam forum tersebut mencerminkan karakter ilmu lingkungan yang multidisiplin. Beberapa di antaranya meliputi manajemen risiko limbah baterai kendaraan listrik, risiko geotermal, teknologi pendinginan ramah lingkungan untuk bangunan tinggi, pengelolaan wisata regeneratif, ekonomi lingkungan, keberlanjutan pelaporan dan manajemen, ekoterapi, hingga pengelolaan sampah perkotaan berbasis ekonomi sirkular.
Tujuan dan Latar Belakang
Ketua PDIL SCU, Prof. Dr. Theresia Dwi Hastuti, SE, MSi, Akt, CA, CPA, CGAA, menjelaskan forum tahunan ini menjadi upaya pihaknya mendampingi mahasiswa secara intensif dalam merencanakan, menyusun, dan mempercepat penyelesaian disertasi serta publikasi ilmiah. “Kami menciptakan ruang khusus untuk membantu mahasiswa memetakan perkuliahan, tugas, disertasi, dan publikasi agar harapannya bisa menyelesaikan studi tepat waktu,” terangnya.
Mahasiswa yang masih berada di tahap awal pembelajaran hingga mereka yang sudah berada di tahap akhir penulisan disertasi diberikan kesempatan yang sama untuk bergabung. “Setiap angkatan memiliki tantangan yang berbeda. Ada yang masih merancang metodologi, ada juga yang tinggal satu semester lagi. Semua kami wadahi dalam writing camp ini,” tambah Prof. Theresia.
Lebih dari itu, Prof. Theresia juga menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana evaluasi kemajuan studi mahasiswa sekaligus memperkuat komunikasi antara mahasiswa dan dosen pembimbing. Melalui kegiatan ini, pihaknya menyusun capaian per semester, sehingga mahasiswa memiliki peta yang jelas tentang apa yang harus dicapai dalam setiap tahap studi.