
Program Studi Magister Hukum Kesehatan (MHKes) Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) Soegijapranata Catholic University (SCU) kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui Bakti Sosial Pengobatan Umum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (8/8) tersebut berlangsung di Gereja St. Paulus Blondo, Lingkungan Blondo, RT 02/RW 07, Bawen, Paroki Girisonta.
Bakti sosial pengobatan gratis ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan Program Studi MHKes SCU sebagai program pengabdian kepada masyarakat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi. Bakti sosial pun melibatkan sivitas akademika, alumni, tenaga kesehatan, serta mahasiswa KKN SCU.
Ketua Program Studi MHKes SCU, Dr. Marcella E. Simandjuntak, S.H., C.N., M.Hum. menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mempertemukan sivitas akademika dengan masyarakat. “Bakti sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran MHKes tidak hanya dirasakan dalam lingkungan akademik, tetapi juga dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 100 warga yang memperoleh layanan kesehatan secara gratis. Selain mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan, masyarakat juga terlebih dahulu dibekali dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi
Penyuluhan kesehatan disampaikan oleh Dokter RS Elisabeth Semarang, dr. Susy Aryani Yusuf, M.H. Adapun edukasi yang diberikan mencakup pentingnya menerapkan pola hidup sehat melalui konsumsi buah, olahraga, menjaga kesehatan tubuh, serta menghindari berbagai kebiasaan yang dapat berdampak pada kualitas hidup.
“Menjaga kesehatan itu dimulai dari hal-hal yang sederhana. Kita perlu memperhatikan apa yang kita konsumsi, tetap berolahraga, menjaga tubuh, dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan,” jelas dr. Susy.
Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan dengan sejumlah tips senam otak sebagai upaya sederhana untuk menjaga kebugaran dan kesehatan kognitif. Edukasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara konsisten.
“Harapannya, setelah mendapatkan penyuluhan ini, masyarakat tidak hanya datang untuk berobat ketika sakit, tetapi juga semakin sadar bahwa menjaga kesehatan perlu dilakukan setiap hari,” tambah dr. Susy.
Pemeriksaan
Setelah mengikuti penyuluhan, masyarakat memperoleh layanan kesehatan melalui beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan dan pengobatan umum.
Masyarakat yang telah menjalani pemeriksaan juga memperoleh obat-obatan secara gratis sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Kerja sama antara sivitas akademika, alumni, tenaga kesehatan, dan mahasiswa tersebut memungkinkan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan sekaligus pengobatan tanpa biaya.
Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata untuk terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi karya institusi untuk berbagi dan melayani. Semoga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan seperti ini,” harap Dr. Marcella.









